Tongkat Estafet Kepemimpinan BNI Syariah Kembali Berpindah

Tongkat Estafet Kepemimpinan BNI Syariah Kembali Berpindah

"Perpindahan tongkat estafet kepemimpinan ini mendadak dan belum jelas penyebabnya, padahal kinerja menunjukan pertumbuhan yang cukup baik seperti pada laba tumbuh pada posisi laba sebesar Rp277,37 Miliar atau meningkat 21,38% dari Desember 2015 sebesar Rp228,52 Miliar."

Tongkat Estafet Kepemimpinan BNI Syariah Kembali Berpindah


Telegraf, Jakarta – Pemegang Saham BNI Syariah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada tanggal 23 Maret 2017 memutuskan perubahan Manajemen BNI Syariah dengan menganti Direktur Utama Imam Teguh Saptono, yang masa baktinya berakhir dilanjutkan tongkat estafetnya oleh Abdullah Firman Wibowo, dan Direktur Bisnis yang mana dijabat oleh Kukuh Rahardjo dipindah tangankan tongkat estafetnya kepada Dhias Widhiyati, dimana keduanya akan efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perpindahan tongkat estafet kepemimpinan ini mendadak dan belum jelas penyebabnya, padahal kinerja menunjukan pertumbuhan yang cukup baik seperti pada laba tumbuh pada posisi laba sebesar Rp277,37 Miliar atau meningkat 21,38% dari Desember 2015 sebesar Rp228,52 Miliar.

Yang mana kenaikan laba didukung oleh komposisi rasio dana murah (CASA) yang meningkat yakni 47.63% lebih baik dari tahun sebelumnya sebesar 46,15% dan efisiensi penurunan biaya operasional (BOPO) menjadi 87,67% dimana sebelumnya sebesar 89,63%. Sementara dana pihak ketiga meningkat sebesar Rp24,23 Triliun, tumbuh 25,41% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp19,32 Triliun.

Tidak hanya pada pertumbuhan laba dari segi aset BNI Syariah terus mengalami pergerakan positif yakni posisi per Desember 2016 sebesar Rp28,31 Triliun atau naik 23.01% dari posisi Desember 2015 sebesar Rp23,01 Triliun. Hal ini didukung dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp20,49 Triliun yang terbagi menjadi empat segmen diantaranya ritel produktif dan komersial sebesar Rp8,00 Triliun, pembiayaan konsumer sebesar Rp10,91 Triliun, pembiayaan mikro sebesar Rp1,20 Triliun dan hasanah card sebesar Rp367,59 Miliar dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan (NPF) tetap terjaga dibawah 3%.

Pada akhir tahun 2016 market share BNI Syariah terhadap industri perbankan syariah sebesar 7,94% dengan memberikan kontribusi laba sebesar 13,23%. hal tersebut membawa BNI Syariah pada peringkat aset terbesar ke-3 di industri perbankan syariah kategori Bank Umum Syariah. Selain aset, dana pihak ketiga dan pembiayaan juga menempati posisi ke-3 dengan NPF masih terjaga di bawah 3% dan dibawah rata-rata industri sebesar 4,42%.(Red)

Credit Foto : Ist. Photo


 

Atti Kurnia

close