TOJOY dan KADIN Jalin Kemitraan Strategis

TOJOY kini memperluas jangkauannya ke luar Tiongkok, dan merambah Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, ASEAN, dan beberapa kawasan lainnya. Langkah ini dilakukan TOJOY dengan membuka berbagai kantor di Hong Kong, New York, Paris, Wina dan Mexico City.

TOJOY dan KADIN Jalin Kemitraan Strategis

Telegraf, Pada 6 Januari, TOJOY Shared Holding Group (TOJOY) serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menjalin kemitraan strategis lewat sebuah acara khusus yang digelar secara virtual. Global CEO TOJOY Ge Jun dan Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani menandatangani Nota Kesepahaman atas nama organisasinya masing-masing. Acara penting ini juga disaksikan oleh Duta Besar Djauhari Oratmangun dan Wakil Kepala Perwakilan Dino Kusnadi dari Kedutaan Besar Indonesia di Tiongkok.

Semua pemimpin menaruh harapan besar terhadap masa depan kerja sama ini. Menurut Global CEO Ge Jun dan Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani, kemitraan antara TOJOY dan KADIN tak hanya menjadi babak baru bagi kedua pihak, namun juga sejumlah komunitas bisnis di kedua negara pada jenjang global. Platform TOJOY, menguasai sumber daya pasar yang lengkap, memiliki pengalaman luas, dan lebih dari satu juta wirausaha yang terdaftar, siap menggarap proyek-proyek quasi-unicorn asal Indonesia, serta menjadikannya lebih sukses di pasar Tiongkok.

Sementara, KADIN akan sepenuhnya memanfaatkan jaringan masif TOJOY, dan menyampaikan aspirasi dari pebisnis asal Tiongkok di Indonesia. Saat TOJOY dan KADIN memperluas kemitraannya, sejumlah komunitas Tiongkok dan Indonesia juga akan mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang masing-masing pihak, serta lebih sering terlibat dalam berbagai interaksi bisnis. Hal-hal ini akan mendatangkan manfaat bagi warga di kedua negara.

Berdiri pada 1991, TOJOY menjalankan ekspansi bisnis dan platform akselerasi terbesar di Tiongkok dan wilayah lain. Dalam 29 tahun terakhir, TOJOY sukses membangun platform online-to-offline yang lengkap dan sangat efisien untuk inkubasi bisnis, akselerasi, dan layanan profesional. Platform tersebut memiliki lebih dari satu juta investor dan wirausaha dengan nilai aset yang besar, menggelar 300 ajang unicorn berskala besar per tahun, serta mendirikan jaringan global yang memiliki serangkaian layanan bisnis.

TOJOY kini memperluas jangkauannya ke luar Tiongkok, dan merambah Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, ASEAN, dan beberapa kawasan lainnya. Langkah ini dilakukan TOJOY dengan membuka berbagai kantor di Hong KongNew YorkParis, Wina dan Mexico City.

KADIN, di sisi lain, merupakan lembaga yang menaungi berbagai asosiasi bisnis di Indonesia. KADIN mengurusi segala hal yang berhubungan dengan perdagangan, industri dan jasa, serta sangat berkomitmen untuk mewujudkan berbagai potensi dan sinergi dalam perekonomian nasional. KADIN adalah satu-satunya lembaga bisnis di tingkat nasional yang memiliki mandat dari undang-undang untuk mewakili usaha swasta.

Baca Juga :   Rebut Pasar Travel Halal, Shafwah Holidays Lakukan Syariah Behavior

KADIN memiliki 34 Cabang di tingkat provinsi dan 514 cabang di kabupaten/kota sehingga memastikan jangkauan yang berskala nasional. Di samping jaringan luas ini, KADIN menjadi mitra pilihan bagi berbagai perusahaan asing yang ingin merambah Indonesia.

Melalui platform akselerasi bisnis TOJOY, KADIN ingin membantu berbagai perusahaan Indonesia untuk mengakses model-model bisnis yang produktif dalam rangka menjalankan usaha secara kompetitif di Tiongkok; menemukan mitra yang tepat dan menguasai pengetahuan bisnis yang relevan di bidangnya; membantu berbagai perusahaan Indonesia untuk menemukan kabar dan peluang usaha yang relevan; serta melakukan konsultasi bisnis secara berkala antara kedua pihak mengenai prospek dan peluang bisnis yang penting bagi perusahaan-perusahaan Indonesia. KADIN berharap, lewat jangkauan dan kegiatan TOJOY yang berskala internasional, semakin banyak pengusaha dan perusahaan Indonesia yang bergabung dalam platform TOJOY.


Photo Credit : The MOU signing by Chairman Rosan Roeslani and Global CEO Ge Jun was witnessed by Ambassador Djauhari Oratmangun and Dr. Dino Patti Djalal


 

Rina C. Latuperissa