Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tesla Tarik 12.000 Unit Kendaraan Dikarenakan Masalah Software
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Otomotif

Tesla Tarik 12.000 Unit Kendaraan Dikarenakan Masalah Software

Indra Christianto Jumat, 5 November 2021 | 04:37 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Tesla di sebuah charger stasiun. TESLA.COM
Photo Credit: Tesla di sebuah charger stasiun. TESLA.COM
Bagikan

Telegraf – Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla melakukan penarikan kembali (recall) terhadap hampir 12.000 unit kendaraannya di AS yang terjual sejak 2017 lalu.

Dilansir dari Reuters, Jumat (04/11/2021), Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) menyebutkan recall disebabkan oleh adanya kesalahan sistem komunikasi yang dapat menyebabkan peringatan tabrakan (forward-collision warning) atau rem darurat bekerja secara tiba-tiba.

Perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California, AS itu mengatakan penarikan 11.704 unit kendaraan melibatkan Model S, X, 3 dan Y, diminta setelah pembaruan perangkat lunak (software) versi 10.3 Full-Self Driving (FSD) beta pada 23 Oktober untuk kalangan terbatas.

FSD adalah sistem bantuan pengemudi canggih yang menangani beberapa tugas mengemudi, namun Tesla mengatakan tidak membuat kendaraan otonom.

NHTSA mengatakan Tesla ‘mencopot pemasangan FSD 10.3 setelah menerima laporan aktivasi yang tidak disengaja dari sistem pengereman darurat otomatis’ dan kemudian ‘memperbarui software dan merilis versi FSD 10.3.1 untuk kendaraan yang terpengaruh’.

Agensi mengatakan akan melanjutkan pembicaraan dengan Tesla guna memastikan setiap cacat keselamatan segera diakui dan ditangani. Penarikan itu terjadi setelah NHTSA bulan lalu bertanya kepada Tesla mengapa tidak mengeluarkan penarikan untuk mengatasi pembaruan software yang dibuat pada sistem bantuan pengemudi autopilot untuk meningkatkan kemampuan kendaraan mendeteksi kendaraan darurat.

Tesla mengatakan masalah itu dipicu oleh pemutusan komunikasi software antara dua chip onboard yang memicu kesalahan pada sistem pengereman otomatis.

Jika sistem pengereman darurat otomatis aktif secara tiba-tiba saat mengemudi, maka hal itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan berupa tabrakan dari belakang. Tesla mengatakan tidak mengetahui adanya kecelakaan atau adanya korban cidera yang diakibatkan dari keselahan software ini.

Pasca laporan 24 Oktober, Tesla meyampaikan telah membatalkan pembaruan FSD pada kendaraan yang belum menginstalnya dan menonaktifkan FCW dan AEB pada kendaraan yang terkena dampak.

Pada hari yang sama, Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk men-tweet tentang FSD: “Melihat beberapa masalah dengan 10,3, jadi mundur ke 10,2 untuk sementara. Harap dicatat, ini diharapkan dengan perangkat lunak beta,” tulisnya.

Pada 25 Oktober, Tesla mulai menyebarkan pembaruan perangkat lunak over the air dan mengaktifkan kembali fitur FCW dan AEB pada kendaraan dengan pembaruan.

Tesla mengatakan pada 29 Oktober, lebih dari 99,8 persen kendaraan telah menginstal pembaruan dan tidak ada tindakan lebih lanjut yang diperlukan.

Pada Agustus, NHTSA membuka penyelidikan keamanan formal ke dalam sistem autopilot Tesla di 765.000 unit kendaraan di AS setelah serangkaian kecelakaan yang melibatkan model Tesla.


Photo Credit: Tesla di sebuah charger stasiun. TESLA.COM

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial
Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Otomotif

Daihatsu Indonesia Terapkan Proses Produksi Ramah Lingkungan di Karawang

Waktu Baca 1 Menit
Otomotif

New Veloz Hybrid Produksi Lokal Kini Resmi Mengaspal

Waktu Baca 1 Menit
Otomotif

JETOUR T2 Siap Dibuka Untuk Pre-Booking di GJAW 2025

Waktu Baca 6 Menit
Otomotif

TAF Kenalkan Inovasi Digital Tukar Mobil di GIIAS 2025

Waktu Baca 1 Menit
Otomotif

Lyriq, SUV Listrik Cadillac Setir Kanan Pertama Kini Telah Hadir

Waktu Baca 3 Menit
Otomotif

BYD Tembus Rekor 426 Ribu Unit Penjualan Mobilnya di Dunia

Waktu Baca 2 Menit
Otomotif

Kunjungi Gelaran IIMS 2024, Ganjar: Antusiasme Pasar Cukup Bagus

Waktu Baca 2 Menit
Otomotif

Usung Konsep A Comfortable Living Space, NETA Perkenalkan SUV Listrik

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?