Telegraf, Jakarta – Pandemi Covid -19 terus menambahkan jumlah kasus di Indonesia. Lintas profesi dari berbagai kalangan bahu membahu dalam memutus rantai penyebaran Covid -19 melalui Gerakan Rp1000 untuk Indonesia yang sudah memasuki 10 hari sejak peluncuran rekening dengan pengumpulan dana sebesar Rp96.636.035.
Dalam rangka memutus rantai penyebaran tersebut gerakan Rp1000 Untuk Indonesia (GSUI) gandeng beberapa startUp di Indonesia dalam bau membau mensuport pemerintah. Hal itu dikatakan oleh Carla Ideas sekertaris GSUI dalam video confrence Jumat (10/4) di Jakarta.
“Untuk gerakan ini kita juga mengandeng beberapa anak anak yang berprofesi di bidang StartUp yang akan memfasilitasi gerakan ini melalui platform mereka masing masing untuk mengajak masyarakat luas dalam berdonasi,” tuturnya.
Ia juga mengatakan StartUp yang akan tergabung antara lain StartUp Akun.biz, KO+LABORA, Financialku.com, dan Techinlabs. “Dalam platformnya mereka akan ada yang membuat seperti giveaway, serta beberapa program yang akan ada di dalam platform mereka masing masing,” kata Ideas.
Diketahui hingga Jumat pengumpulan donasi hampir mencapai Rp100.000.000 yang sudah di belanjakan 1000 liter disinfektan untuk diserahkan ke 250 kelurahan yang ada di Jakarta. “Karena di Jakarta adalah merupakan daerah yang terdampak paling besar dimana masyarakatnyapun yang terpapar juga paling banyak,” ungkapnya.

Selain menyalurkan disinfektan ke 250 kelurahan di Jakarta, Muhanto Hatta, salah satu pendiri GSUI mengatakan
sebelumnya juga sudah berlangsung pembagian sembako ke banyak masyarakat yang berdampak langsung dari virus Covid-19, antaralain pembagian sembako ke supir kendaraan umum, kendaraan online termasuk supir taxi.
“Setelah diluncurkan 10 hari lalu, kami bisa langsung bergerak dengan gerakan yang paling sederhana tetapi langsung pada yang membutuhkan, yaitu pembagian sembako ke supir kendaraan umum, kendaraan online termasuk kepada ojek online,” kata Hatta.
Hal serupa juga di katakan Harry “Koko” Santosa salah satu pengagas GSUI banyaknya pekerjaan yang muncul untuk melawan Covid-19. Mulai dari melengkapi kebutuhan team medis, menyebar tempat cuci tangan, sampai membantu pihak-pihak yang tidak berpenghasilan selama masa karantina dan juga sosialisasi untuk memutus meluasnya virus Covid-19. Seluruh ini harus dilakukan serentak, cepat, tepat.
Koko berharap gerakan ini bisa sedikit membantu meringankan masyarakat yang paling berdampak, serta berterimakasih kepada semua donatur baik artis artis yang terlibat dan profesi profesi yang lain. “Semoga ini menjadi semangat buat sodara sodara kita dan sebagi kebaikan untuk yang menerimanya,” tutupnya. (AK)
Credit Photo : Ilustrasi Virus Covid-19/kemkes.go.id  (Gambar 1)
Harry “Koko” Santosa salah satu pengagas GSUI bersama Artis Ayu Ashari dan permata Bela Dona saat video confrence Jumat (10/4) di Jakarta/Istimewa (Gambar 2)