Tender Pembebasan Lahan untuk Jalan Tol Semangati Investor

“Janjinya tiga tahun (jalan tol selesai dibangun). Kami sebagai investor, lima tahun (penyelesaian proyek) saja sudah senang. Pak Jokowi juga sudah jelas, bahwa anggaran dibagi dua, (yakni) Rp 2 triliun dari (Pemprov) Banten, dan Rp 4 triliun dari pemerintah pusat.”

Tender Pembebasan Lahan untuk Jalan Tol Semangati Investor

Jakarta, Telegraf – Investasi proyek jalan tol Serang – Panimbang (Pandeglang Banten) menyasar paket wisata 3 in 1 (three in one) yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan anak gunung Krakatau. Jalan tol sepanjang 84 kilometer diharapkan bisa mengurai kemacetan di beberapa simpul jalan dari Serang menuju Pandeglang. “Tender untuk pembebasan lahan sudah jalan. Saya dengar langsung dari pak Darmono (Direktur PT Tanjung Lesung Leisure Industry/TLLI). Kami bisa semakin semangat (investasi),” Sigit Purnomo, salah satu investor Tanjung Lesung mengatakan kepada Telegraf.

Paket wisata 3 in 1 tetap bertumpu pada keindahan alam terutama laut dan pantai. Selain itu, TLLI juga sudah membangun berbagai cluster wisata pantai dan laut termasuk snorkelling, diving dan lain sebagainya. Keindahan wisata alamnya masih sangat spektakuler. “Sayang sekali kalau Tanjung Lesung tidak berkembang. Ibaratnya, (Tanjung Lesung) ‘Bali’ di bagian Barat Indonesia. Sehingga saya berani investasi. Keunggulannya, alam yang masih sangat sejati,”kata Sigit yang juga Direktur Utama ARA Group Jakarta.

Pengoperasian jalan tol Serang-Panimbang juga diyakini mampu mengatasi disparitas wilayah utara dan selatan Banten. Sehingga secara simultan, Pemerintah Pusat dan Provinsi Banten merencanakan pembangunan bandara di Banten Selatan. Semangat berinvestasi di Tanjung Lesung tidak lepas dari dorong langsung Presiden Republik Indonesia Joko ‘Jokowi’ Widodo. Pada saat meresmikan KEK Tanjung Lesung (23/2/2015), Presiden Jokowi sempat tantang management dan direksi TLLI. Presiden Jokowi minta jajaran direksi TLLI langsung mengajukan permintaan untuk pencapaian target jumlah kunjungan wisatawan. “Pak Jokowi tanya (kepada Darmono) ‘kamu butuh apa’. Pak Darmono mengaku hanya butuh jalan tol. Pak Jokowi langsung perintahkan pak Basoeki (Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono), dengan penyelesaian (proyek jalan tol) dalam kurun waktu tiga tahun.”

Hal tersebut yang menyemangati jajaran direksi TLLI dan para investor. Tetapi Sigit mengaku realistis, bahwa penyelesaian jalan tol Serang – Panimbang tersebut rata-rata selesai dalam waktu lima tahun. “Janjinya tiga tahun (jalan tol selesai dibangun). Kami sebagai investor, lima tahun (penyelesaian proyek) saja sudah senang. Pak Jokowi juga sudah jelas, bahwa anggaran dibagi dua, (yakni) Rp 2 triliun dari (Pemprov) Banten, dan Rp 4 triliun dari pemerintah pusat.”

Baca Juga :   Ini Kata Presiden FSPPB Terkait Penanganan Kebakaran Kilang Minyak Cilacap

Sementara itu, General Manager TLLI W. Widiasmanto meyakini bahwa jumlah kunjungan wisatawan meningkat seiring dengan rencana pembangunan jalan tol Serang – Panimbang. Tetapi TLLI juga tidak pasif dengan hanya menunggu proses pembangunan jalan tol. “Harus ada spirit, kami sudah mengembangkan berbagai paket wisata termasuk senior package (untuk manula), Ujung Kulon & Krakatau package dan lain sebagainya. Kami sama-sama dengan Pemprov Banten, Pemerintah Pusat bekerja untuk pencapaian target jumlah wisatawan terutama mancanegara ke Tanjung Lesung,” Widiasmanto mengatakan kepada Telegraf.

Management TLLI menjual sekitar 10 paket wisata. Tetapi lama kunjungan wisatawan masih relative minim, yakni satu sampai dua hari. Management TLLI sengaja gelar berbagai atraksi seperti tarian ala Hawaii, fun games, BBQ dan lain sebagainya. “Kalau mereka betah, mereka bisa tinggal lebih lama mungkin sampai empat hari. Semakin lama, otomatis tingkat spending (pengeluaran biaya) semakin besar. Kami kolaborasi dengan masyarakat sekitar Pandeglang. Wisatawan bisa terlibat langsung dengan keseharian masyarakat asli Pandeglang.” (S.Liu)

Atti K.

close