Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tender Pembebasan Lahan untuk Jalan Tol Semangati Investor
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Tender Pembebasan Lahan untuk Jalan Tol Semangati Investor

Atti K. Senin, 14 November 2016 | 09:30 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Sigit purnomo
Bagikan

Jakarta, Telegraf – Investasi proyek jalan tol Serang – Panimbang (Pandeglang Banten) menyasar paket wisata 3 in 1 (three in one) yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan anak gunung Krakatau. Jalan tol sepanjang 84 kilometer diharapkan bisa mengurai kemacetan di beberapa simpul jalan dari Serang menuju Pandeglang. “Tender untuk pembebasan lahan sudah jalan. Saya dengar langsung dari pak Darmono (Direktur PT Tanjung Lesung Leisure Industry/TLLI). Kami bisa semakin semangat (investasi),” Sigit Purnomo, salah satu investor Tanjung Lesung mengatakan kepada Telegraf.

Paket wisata 3 in 1 tetap bertumpu pada keindahan alam terutama laut dan pantai. Selain itu, TLLI juga sudah membangun berbagai cluster wisata pantai dan laut termasuk snorkelling, diving dan lain sebagainya. Keindahan wisata alamnya masih sangat spektakuler. “Sayang sekali kalau Tanjung Lesung tidak berkembang. Ibaratnya, (Tanjung Lesung) ‘Bali’ di bagian Barat Indonesia. Sehingga saya berani investasi. Keunggulannya, alam yang masih sangat sejati,”kata Sigit yang juga Direktur Utama ARA Group Jakarta.

Pengoperasian jalan tol Serang-Panimbang juga diyakini mampu mengatasi disparitas wilayah utara dan selatan Banten. Sehingga secara simultan, Pemerintah Pusat dan Provinsi Banten merencanakan pembangunan bandara di Banten Selatan. Semangat berinvestasi di Tanjung Lesung tidak lepas dari dorong langsung Presiden Republik Indonesia Joko ‘Jokowi’ Widodo. Pada saat meresmikan KEK Tanjung Lesung (23/2/2015), Presiden Jokowi sempat tantang management dan direksi TLLI. Presiden Jokowi minta jajaran direksi TLLI langsung mengajukan permintaan untuk pencapaian target jumlah kunjungan wisatawan. “Pak Jokowi tanya (kepada Darmono) ‘kamu butuh apa’. Pak Darmono mengaku hanya butuh jalan tol. Pak Jokowi langsung perintahkan pak Basoeki (Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono), dengan penyelesaian (proyek jalan tol) dalam kurun waktu tiga tahun.”

Hal tersebut yang menyemangati jajaran direksi TLLI dan para investor. Tetapi Sigit mengaku realistis, bahwa penyelesaian jalan tol Serang – Panimbang tersebut rata-rata selesai dalam waktu lima tahun. “Janjinya tiga tahun (jalan tol selesai dibangun). Kami sebagai investor, lima tahun (penyelesaian proyek) saja sudah senang. Pak Jokowi juga sudah jelas, bahwa anggaran dibagi dua, (yakni) Rp 2 triliun dari (Pemprov) Banten, dan Rp 4 triliun dari pemerintah pusat.”

Sementara itu, General Manager TLLI W. Widiasmanto meyakini bahwa jumlah kunjungan wisatawan meningkat seiring dengan rencana pembangunan jalan tol Serang – Panimbang. Tetapi TLLI juga tidak pasif dengan hanya menunggu proses pembangunan jalan tol. “Harus ada spirit, kami sudah mengembangkan berbagai paket wisata termasuk senior package (untuk manula), Ujung Kulon & Krakatau package dan lain sebagainya. Kami sama-sama dengan Pemprov Banten, Pemerintah Pusat bekerja untuk pencapaian target jumlah wisatawan terutama mancanegara ke Tanjung Lesung,” Widiasmanto mengatakan kepada Telegraf.

Management TLLI menjual sekitar 10 paket wisata. Tetapi lama kunjungan wisatawan masih relative minim, yakni satu sampai dua hari. Management TLLI sengaja gelar berbagai atraksi seperti tarian ala Hawaii, fun games, BBQ dan lain sebagainya. “Kalau mereka betah, mereka bisa tinggal lebih lama mungkin sampai empat hari. Semakin lama, otomatis tingkat spending (pengeluaran biaya) semakin besar. Kami kolaborasi dengan masyarakat sekitar Pandeglang. Wisatawan bisa terlibat langsung dengan keseharian masyarakat asli Pandeglang.” (S.Liu)

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026.
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?