Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Atti K. Sabtu, 6 Desember 2025 | 14:01 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Temu Media LPS bersama Insyan Media dengan tema Literasi Keuangan dan Berasuransi/Doc/Telegraf
Bagikan

Telegraf— Industri asuransi Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar seiring tingkat penetrasi yang masih tertinggal dibanding negara-negara ASEAN. Program Penjaminan Polis (PPP) yang akan dijalankan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diyakini menjadi titik balik untuk mendorong kembali kepercayaan masyarakat serta mempercepat pertumbuhan premi asuransi nasional.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba, mengatakan bahwa program penjaminan polis akan menjadi katalis penting bagi peningkatan premi industri asuransi. Pengalaman implementasi penjaminan simpanan di sektor perbankan menjadi bukti kuat bahwa skema penjaminan dapat meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan.

“Berdasarkan pengalaman LPS selama ini, kepercayaan publik meningkat setelah ada penjaminan. Dampaknya, dana pihak ketiga perbankan tumbuh lebih cepat,” ujarnya dalam acara Literasi Keuangan dan Berasuransi di Bandung, Sabtu (6/12).

Ia menjelaskan, sebelum LPS beroperasi, pertumbuhan dana pihak ketiga hanya berada di level 7,7%, namun setelah penjaminan berjalan, pertumbuhannya naik menjadi 15,3%. Pola serupa juga terjadi di Malaysia, di mana pertumbuhan premi asuransi melonjak dari rata-rata 5,5% menjadi 9,7% setelah program penjaminan polis diberlakukan.

“Melihat negara lain, kami yakin PPP akan mengangkat kepercayaan publik dan mendorong pertumbuhan premi asuransi di Indonesia,” tambahnya.

LPS menyiapkan tiga bentuk penjaminan dalam PPP, mulai dari jaminan klaim polis, pengalihan portofolio ke perusahaan sehat, hingga pengembalian polis sesuai batas penjaminan jika pengalihan tidak dapat dilakukan. Penjaminan polis diperkirakan berada di kisaran Rp500 juta–Rp700 juta, mencakup sekitar 90% dari rata-rata nilai polis di Indonesia.

Program ini akan diformalkan melalui Peraturan Pemerintah dan ditargetkan mulai berlaku pada 2028, namun LPS menyatakan siap jika pemerintah mempercepat penerapan pada 2027.

Baca Juga :  HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

“Jika dipercepat tahun 2027, LPS siap,” tegas Purba.

Meski industri asuransi memiliki potensi besar, realisasinya masih jauh dari optimal. Tingkat penetrasi industri asuransi Indonesia hingga akhir 2024 hanya mencapai 1,40%, relatif stagnan sejak dua dekade terakhir.

Angka ini jauh di bawah Filipina (1,80%), Malaysia (3,80%), Thailand (5,10%), dan Singapura (7,40%). Sementara negara-negara maju rata-rata berada di level 9–10%.

Menurut Direktur Eksekutif Surveilans, Data, dan Pemeriksaan Asuransi LPS, Suwandi, rendahnya penetrasi sangat dipengaruhi oleh rentetan kasus yang menimpa industri asuransi selama hampir 10 tahun terakhir.

“Sejak 2016 hingga 2025 sudah ada 19 perusahaan asuransi yang dicabut izin usahanya oleh OJK. Kasus-kasus ini jelas menekan kepercayaan publik,” kata Suwandi.

Beberapa kasus besar yang mencoreng industri antara lain Jiwasraya, AJB Bumiputera 1912, Wanaartha Life, Kresna Life, hingga Berdikari Insurance yang ditutup pada Januari 2025 akibat masalah solvabilitas dan gagal bayar.

Suwandi menambahkan bahwa rendahnya penetrasi justru menunjukkan besar-nya ruang ekspansi industri asuransi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Jika kepercayaan publik pulih, pertumbuhan premi berpotensi meningkat lebih cepat.

“Indonesia masih punya ruang yang sangat besar untuk tumbuh. Dengan penjaminan polis, kepercayaan publik akan pulih sehingga lebih banyak masyarakat mau membeli produk asuransi,” jelasnya.

Dengan penerapan PPP, reformasi tata kelola, serta meningkatnya literasi masyarakat, berbagai pihak menilai pertumbuhan industri asuransi Indonesia berpeluang melaju lebih cepat mulai 2027–2030.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit
Baju Padel Wanita
5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000
Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?