Suu Kyi Diancam Tiga Tahun Penjara, Hanya Karena Impor Barang Ini

"Politik Myanmar pun kembali memanas sejak Partai Suu Kyi memenangkan pemilihan dengan suara telak. Sementara partai yang didukung militer memperoleh kekalahan dengan hasil buruk."

Suu Kyi Diancam Tiga Tahun Penjara, Hanya Karena Impor Barang Ini


Telegraf – Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi resmi ditahan selama setengah bulan atau 15 hari oleh polisi Myanmar.

Polisi Myanmar menuntut Aung San Suu Kyi atas kepemilikan walkie-talkie yang diimpor secara ilegal. Kasus ini dapat mengakibatkan hukuman penjara selama dua tahun. Sebuah dokumen dari kantor polisi di ibu kota Myanmar, Naypyitaw, mengatakan petugas militer yang menggeledah kediaman Suu Kyi telah menemukan radio genggam yang diimpor secara ilegal dan digunakan tanpa izin oleh pengawalnya.

Sementara itu, presiden yang digulingkan, Win Myint, akan didakwa karena diduga melanggar undang-undang Covid-19 dengan bertemu orang-orang di jalur kampanye serta tuduhan melanggar undang-undang penanggulangan bencana alam.

Tindakan tersebut pun kemudian memicu kemarahan masyarakat yang sudah membara terhadap militer. Dalam salah satu tindakan pembangkangan terorganisasi pertama terhadap tentara sejak kudeta, Senin (01/02/2021), petugas kesehatan di 70 rumah sakit dan departemen medis di Naypyidaw, Yangon, serta kota-kota Myanmar lainnya mengatakan mereka tidak akan bekerja di bawah rezim militer.

Pada Rabu (03/02/2021) malam, dentang panci dan wajan menggema di seluruh kota utama Yangon, saat orang-orang turun ke balkon mereka untuk melakukan protes simbolis terhadap militer. Di media sosial, banyak yang mengadopsi foto profil merah untuk menandakan kesetiaan mereka kepada Suu Kyi, yang menghabiskan hampir 15 tahun dalam tahanan saat dia berkampanye melawan kekuasaan militer sebelum dibebaskan pada 2010.

Di Myanmar, dia secara luas dihormati sebagai pahlawan demokrasi, meskipun ada kecaman internasional atas perlakuannya terhadap Rohingya. NLD telah menyerukan pembebasan Suu Kyi dan mendesak militer untuk mengakui hasil pemilihan November, yang dimenangkan mereka dengan telak.

Fakta miris tersebut terungkap dua hari setelah Suu Kyi ditempatkan di bawah tahanan rumah. Terkesan hukum dimanfaatkan untuk penahanan Suu Kyi.

Usai menuduh pemerintah Suu Kyi melakukan kecurangan dan penipuan dalam pemilihan baru-baru ini. Militer Myanmar mengumumkan kudeta pada Senin (01/02/2021), akan mengambil alih kekuasaan selama 1 tahun kedepan serta memberikan dakwaan terhadap Suu Kyi dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara.

Politik Myanmar pun kembali memanas sejak Partai Suu Kyi memenangkan pemilihan dengan suara telak. Sementara partai yang didukung militer memperoleh kekalahan dengan hasil buruk.

Terlihat bahwa militer akan mencari beberapa kasus hukum terhadap para pemimpin NLD dan terutama Aung San Suu Kyi untuk benar-benar melegitimasi apa yang mereka lakukan untuk perebutan kekuasaan.


Photo Credit: Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi berfoto di Naypyitaw, Myanmar, pada 27 Januari 2021. REUTERS

 

Indra Christianto

close