Sutiyoso Terdepak, Kursi PKPI Pun Hilang dari Kabinet Jokowi

Sutiyoso Terdepak, Kursi PKPI Pun Hilang dari Kabinet Jokowi

Pergantian Kepala BIN dari Sutiyoso ke Budi Gunawan melenyapkan kursi PKPI, partai yang pernah dipimpin Sutiyoso, di Kabinet Kerja Jokowi | Ist

Telegraf, Jakarta – Komisaris Jenderal Budi Gunawan, jika tak ada aral melintang, akan segera menggantikan Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara. Pergantian itu diprediksi berjalan mulus, tinggal menanti ketuk palu dari Dewan Perwakilan Rakyat usai uji kepatutan dan kelayakan terhadap BG –Budi Gunawan– rampung digelar.

Sementara BG bakal melenggang masuk Istana, nasib Sutiyoso yang terdepak belum diketahui. Mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus itu belum berbicara sepatah kata pun soal pergantian jabatannya pasca-surat pencalonan BG disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke Ketua DPR Ade Komarudin.

Ia tak berkomentar, salah satunya, karena sedang tak di Indonesia. Sutiyoso termasuk dalam rombongan yang ikut Presiden Jokowi ke China untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Sutiyoso merupakan satu-satunya perwakilan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di pemerintahan Jokowi. Partai ini salah satu pendukung Jokowi-JK pada Pemilu Presiden 2014.

Kursi Kepala BIN yang selama ini digenggam Sutiyoso merupakan jabatan setingkat menteri. Ini posisi politis. Undang-Undang tidak mengatur masa jabatan Kepala BIN. Hanya Presiden yang berwenang mengangkat dan memberhentikan orang di posisi itu.

Berkaca pada dua perombakan kabinet sebelumnya, ketika Jokowi mencopot perwakilan partai dari kabinet, ia masih menempatkan satu orang lainnya dari partai yang sama, di kabinet.

Saat ini meski sejumlah personel kabinet berubah karena reshuffle, partai pendukung Jokowi seperti PDI Perjuangan, NasDem, Hanura, PKB, dan PPP masih memiliki perwakilan dalam Kabinet Kerja.

Jika dibandingkan dengan partai lain, jumlah perwakilan PKPI di kabinet selama ini memang paling sedikit, satu orang. Sama seperti Partai Persatuan Pembangunan yang “hanya” berhasil menempatkan Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin di kabinet.

Baca Juga  Moeldoko Bicara Soal Referendum dan Pemindahan Ibu Kota

Kini, kursi PKPI –yang tak lolos ambang parlemen– bahkan bakal nol di kabinet setelah Sutiyoso pergi.

Dulu ketika dicalonkan menjadi Kepala BIN oleh Jokowi, Sutiyoso amat bersyukur.

“Di politik itu biasa. Saya tujuh bulan tidak dapat apa-apa juga diam saja. Ini kan sudah dikasih kursi. Cukup satu saja (kursi untuk PKPI),” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Tujuh bulan tidak dapat apa-apa” yang dimaksud Sutiyoso itu ialah karena penunjukannya sebagai Kepala BIN memang dilakukan belakangan, beberapa waktu setelah para menteri dilantik Jokowi.

Sementara Kabinet Kerja dilantik 26 Oktober 2014, pencalonan Sutiyoso baru diajukan 10 Juli 2015, bersamaan dengan pencalonan Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, opsi memberikan pekerjaan baru atau tidak kepada Sutiyoso, masuk pertimbangan Jokowi.

JK, sapaan Jusuf Kalla, yakin Presiden memberikan keputusan yang tepat terkait Sutiyoso.

Sutiyoso yang akrab disapa Bang Yos kini berusia 71 tahun. Pria kelahiran Semarang, 6 Desember 1944 itu berumur 70 tahun saat dilantik menjadi Kepala BIN, 8 Juli 2015.

Pada umur itu, Sutiyoso termasuk salah satu orang tertua di antara mereka yang menyandang jabatan setara menteri di Kabinet Kerja.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Jokowi telah mempertimbangkan akan memberi penugasan khusus atau tidak kepada Sutiyoso.

“Pak Sutiyoso sudah dipanggil Presiden dan sudah diberikan arahan. Mengenai apa tugas yang diberikan kepada Pak Sutiyoso, hanya Presiden yang tahu,” ucap Pram.

Soal itu, kata Pram, baru Jokowi dan Sutiyoso yang tahu. (Ist/agk)



Komentar Anda