STIE Mulia Pratama Luncurkan Program Sarjana Pajak Terapan

STIE Mulia Pratama Luncurkan Program Sarjana Pajak Terapan

"Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli perpajakan. Padahal kebutuhannya sangat besar. Apalagi sejak Dirjen Pajak akan memperluas wajib pajak maka dibutuhkan tenaga lapangan yang mengerti soal pajak cukup banyak."

STIE Mulia Pratama Luncurkan Program Sarjana Pajak Terapan


Telegraf, Bekasi – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mulia Pratama cerdik membidik peluang masih minimnya tenaga ahli perpajakan. Salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bekasi ini membuka program Kelas Eksekutif Sarjana Perpajakan Terapan. Ide brilian itu untuk memenuhi kebutuhan pemerintah merekrut 30 ribu hingga 40 ribu tenaga kerja pemeriksa pajak.

Pendidikan spesial sarjana praktek keahlian perpajakan itu dibuka di kampusnya STIE Mulia Pratama di kawasan Perkantoran Sun City, Jalan M Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dalam pembukaan kelas barunya, STIE Mulia Pratama menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Perpajakan (STIP) dan menghadirkan pengajar para praktisi Kantor Pajak.

Ketua Yayasan Mencerdaskan Bangsa, pengelola STIE Mulia Pratama Abadi Ika Setiawan mengatakan, Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli perpajakan. Padahal kebutuhannya sangat besar. Apalagi sejak Dirjen Pajak akan memperluas wajib pajak maka dibutuhkan tenaga lapangan yang mengerti soal pajak cukup banyak.

“Untuk itulah saat ini pemerintah dan swasta sedang membenahi soal pajak dan mencari tenaga kerja yang selain mengerti tentang akuntansi juga memahami perhitungan pajak,” ujar Abadi Ika Setiawan disela-sela melakukan opening ceremony pembukaan Kelas Eksekutif di Kampus baru STIE Mulia Pratama di kawasan Perkantoran Sun City, Jalan M Hasibuan, Kota Bekasi.

Menurut Abadi, sekarang ini banyak perusahaan sedang mencari tenaga kerja yang ahli perpajakan. Karenanya karir di bidang pajak memang masih sangat luas.

Karena selama ini Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan masih kekurangan tenaga pemeriksa untuk memastikan kepatuhan wajib pajak. Dimana saat ini hanya tersedia 4.500 dari estimasi kebutuhan minimal 30 ribu hingga 40 ribu pemeriksa.

Jumlah pemeriksa pajak yang terbatas, otoritas pajak cukup kewalahan untuk memeriksa 20 juta Wajib Pajak (WP) potensial. Dengan jumlah wajib pajak meningkat maka kebutuhan tenaga pajak diprediksi naik empat kali lipat dari sekarang.

Kelas Eksekutif Perpajakan Terapan yang dibuka STIE Mulia Pratama ini membuka dua kelas yakni D4 Perpajakan dan S1 Perpajakan. Menariknya dari kelas yang dibuka ini, materi pembelajarannya lebih banyak praktek soal perhitungan pajak sehingga diharapkan mahasiswa yang lulus akan memiliki kemampuan praktek menghitung pajak. (Red)


Edo W.

close