SLIK Dari OJK

SLIK Dari OJK

"SLIK merupakan salah satu bentuk infrastruktur keuangan yang sangat penting untuk dapat mengakses kredit atau pembiayaan dan menyediakan informasi untuk kreditur yang dapat membantu menurunkan tingkat resiko kredit bermasalah."

SLIK Dari OJK


Telegraf, Jakarta – Untuk membantu peningkatan jumlah penyediaan dana dan mampu mempu mengendalikan pertumbuhan kredit bermasalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) luncurkan aplikasi sistem layanan informasi keuangan (SLIK) yang merupakan perluasan sistem informasi debitor (SID) dan juga sebagai sarana pertukaran informasi pembiayaan atau perkreditan antar lembaga dibidang keuangan.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad sambutannya di Bank Indonesia Jl. M.H. Thamrin Jakarta Pusat.

Muliaman mengatakan, “SLIK merupakan salah satu bentuk infrastruktur keuangan yang sangat penting untuk dapat mengakses kredit atau pembiayaan dan menyediakan informasi untuk kreditur yang dapat membantu menurunkan tingkat resiko kredit bermasalah.”

Pembangunan SLIK ini dilakukan melalui proses analisis dan perencanaan yang komperhensif dengan tahapan pengujian aplikasi yang dilakukan dengan melibatkan beberapa pelaku industri keuanganuntuk menjamin kualitas SLIK.

Melalui SLIK lembaga bidang keuangan akan menyampaikan laporan debitur secara lengkap, akurat, terkin, utuh dan tepat waktu sehingga diharapkan kualitas informasi debitur dapat tetap terjagaselain itu SLIK juga menerima pelaporan data debitur seperti fasilitas penyediaan dana, data angunan dan data terkait dari berbagai jenis lembaga keuangan serta memberikan layanan informasi debitur yang dibutuhkan oleh lembaga kuangan, masyarakat, lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP0 dan pihak lain sesuai dengan syarat dan mendapat persetujuan dari OJK.

Informasi debitur dapat diakses untuk kebutuhan penyediaan fasilitas kredit, pengelolaan manajemen risiko dan dalam rangka pemenuhan peraturan OJK.

Baca Juga :   Milad Ke 7 Jamsyar terus Secure, Survive, Sustain dan Catat Aset 1,9 Triliun

Proses pelaporan SLIK akan dilakukan secara paralel run bersamaan dengan pelaporan SID untuk periode Maret-november 2017 untuk selanjutnay pada 1 Januari 2018, SLIK akan sepenuhnya mengantikan peras SID yang dikelola Bank Indonesia (BI).
Jumlah Laporan Keuangan (LJK) yang akan menjadi pelaopr pada bulan april ini adalah berjumlah 1.626 terdiri dari bank umum, BPR dengan aset Rp10 miliar, penyelengara kartu kreit, selain bank dan pealopor sukarela SID.

Pada tahun 2018 diproyeksikan pelapor SLIK akan meningkat seiring dengan tumbuhnya kewajiban pada perusahaan pergadaian, perusahaan modal, ventura dan perusahaan pembiayaan infrastruktur yang akan menjadi pelopor dalam aplikasi SlIK. (Red)

Credit foto : Dimas,OJK


 

Atti Kurnia

close