Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Situasi Aksi 212 Berjalan Kondusif, Kapolda Metro Jaya Lakukan Tinjauan Langsung
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Situasi Aksi 212 Berjalan Kondusif, Kapolda Metro Jaya Lakukan Tinjauan Langsung

Didik Fitrianto Selasa, 21 Februari 2017 | 14:14 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Cici Marlina Rahayu/Detik
Bagikan

Telegraf – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menilai pelaksanaan aksi massa “212” di Gedung Parlemen sejauh ini berjalan kondusif meskipun massa aksi berjumlah ribuan orang.

“Situasi cukup kondusif, orasi dilakukan secara damai sebagaimana dilaporkan kepada kami. Tentunya ini yang kita inginkan massa tertib,” kata Iriawan saat meninjau aksi massa di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa.

Iriawan mengatakan sejauh ini massa aksi “212” ada sekitar 5.500 orang dan dirinya mengharapkan aksi itu bisa berjalan tertib dan aman dalam menyampaikan aspirasi.

Menurut dia, saat ini personel gabungan dari Polri dan TNI sudah mencapai 28 ribu orang untuk mengamankan jalannya unjuk rasa, yang disebar di sekeliling kompleks parlemen maupun di luar.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al-Khatthath bertemu dengan Pimpinan DPR pada Senin (20/2) untuk memberitahukan rencana aksi yang digelar Selasa (21/2) yang digalang oleh Forum Umat Islam dengan agenda menuntut penonaktifan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Kami ingin sampaikan, besok akan ada aksi. Jadi sekaligus ini, kami mau kulonuwun besok akan ada massa besar, Insya Allah aman. Tujuannya pencopotan Gubernur sesuai dengan tuntutan dari massa yang datang,” ujarnya.

Menurut Al-Khatthath, pelantikan Ahok melanggar undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah karena yang bersangkutan merupakan terdakwa kasus penodaan agama yang sedang menjalani persidangan.

Saat berorasi di hadapan ribuan peserta aksi, Rizieq kembali menyuarakan seruan pada beberapa unjuk rasa sebelumnya, yaitu penjarakan ubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dan hentikan kriminalisasi ulama.

“Siap bela negara? Siap bela agama? Siap ganyang PKI?” tanya Rizieq yang disambut pekikan takbir para peserta.

Rizieq kemudian mengatakan bahwa aksi 212 bukanlah aksi makar,

“Kami tidak niat untuk makar, menggantikan rezim, apalagi bikin negara baru,” katanya, sebagaimana dilaporkan wartawan Hilman Handoni.

Keberadaan Rizieq di depan pagar gedung DPR/MPR sontak membuat semangat para peserta yang sebagian besar telah berkumpul sejak pukul 07.00 WIB. Mereka bangkit berdiri dan kompak meneriakkan takbir setiap kali Rizieq menyelesaikan rangkaian kalimat.

Sebelumnya, menurut pengacara tim Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Kapitra Ampera, Rizieq tidak akan datang dalam aksi 212. Pengurus GNPF-MUI juga disebutnya akan absen.

Massa aksi 212 terdiri dari simpatisan organisasi Forum Umat Islam (FUI) dan mahasiswa.

Sebagaimana dilaporkan wartawan Hilman Handoni, ribuan peserta memadati jalan di depan gedung DPR/MPR di tengah derasnya hujan. Hingga pukul 11.00 WIB massa masih terus berdatangan sehingga ruas jalan ditutup total dan sebagian kendaraan diarahkan masuk ke jalan tol.

“Kalau Ahok tidak ditahan juga, maka jangan kaget kalau Jokowi yang kita tumbangkan. Sudah tiga kali diingatkan dengan damai, jika tidak didengarkan maka kita revolusi,” ujar sang orator, yang disambut pekikan takbir para peserta.

Orator juga bertanya ke massa, “Siap menginap?”

“Siap,” ujar sejumlah simpatisan.

Dari Berbagai Daerah

Para peserta aksi 212 datang dari berbagai daerah di luar Jakarta. Maman, misalnya, mengaku datang dari Bandung, Jawa Barat.

“Saya datang bersama sekitar 100 teman. Kita menginap sejak kemarin di Masjid Al Falah, Petamburan. Saya siap menginap di DPR jika tuntutan (agar Ahok mundur dari jabatan sebagai gubernur DKI Jakarta) tidak dikabulkan,” kata Maman.

Selain dari Bandung, ada pula sejumlah peserta perempuan. Farah Zakia mengaku datang dari Bogor, Jawa Barat, bersama 300 perempuan lainnya yang tergabung dalam kelompok ‘Mujahidah Bogor’.

“Cukup dua hari saja kami mengorganisasi keberangkatan. Kami berangkat dengan dana swadaya, tanpa bantuan partai politik,” ujar Farah.

Dia bergabung dengan aksi 212 karena “ada campur tangan asing yang ingin mengadu domba dengan pemerintah.”

Siapa pihak asing yang dimaksud? “Mereka adalah komunis, syiah, dan lain-lain,” tegas Farah.

Aksi 212 ini juga diikuti oleh anak-anak di bawah umur.

Sutisna alias Entis belum berusia 18 tahun. Dia datang bersama 10 orang temannya dari Banten, yang juga belum berhak memiliki Kartu Tanda Penduduk.

“Kami menginap di masjid dekat Tanah Abang,” kata Entis.

NU dan Muhammadiyah Absen

Aksi tersebut tidak diikuti dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Rais Aam PBNU dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin, sebelumnya menyatakan “aksi 212 bersifat politis”.

Front Pembela Islam (FPI) juga telah menyatakan tidak akan ikut serta aksi.

Kelompok ini bersama-sama FUI merupakan penggerak aksi anti-Ahok di Masjid Istiqlal pada 11 Februari lalu, di Monumen Nasional pada 2 Desember 2016, dan aksi 4 November 2016.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?