Setelah Paket Sembako GSUI Distribusikan 10 Ribu Masker ke 10 Kota dan “Panggilan untuk Indonesia”

"Untuk pendistribusian masker akan dilakukan dan di mulai minggu depan usai lebaran untuk hari ini masih mendistribusikan pake sembako kepada para pekerja seni yang perwakilannya hari ini datang ke posko"

Setelah Paket Sembako GSUI Distribusikan 10 Ribu Masker ke 10 Kota dan “Panggilan untuk Indonesia”

Telegraf, Jakarta – Gerakan Seribu Untuk Indonesia (GSUI) terus berbagi setelah membagikan 1000 liter disinfektan, 1000 paket sembako hingga beberapa beberapa termin, usai lebaran akan membagikan 10 ribu masker untuk masyarakat di 10 kota yang paling berdampak.

Hal itu diungkapkan oleh Muhantto Hatta selaku Ketua GSUI di poskonya di Kebayoran Jakarta Selatan, Kamis (21/5).

“Untuk pendistribusian masker akan dilakukan dan di mulai minggu depan usai lebaran untuk hari ini masih mendistribusikan pake sembako kepada para pekerja seni yang perwakilannya hari ini datang ke posko,” ungkap Muhantto Hatta.

Sementara itu Bendahara GSUI Kris Tjandra menerangkan masker yang dibagikan tersebut hasil kerjasama dengan pihak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang juga ikut terdampak dari Virus Covid – 19 tersebut, dan di bagikan ke 10 kota kota besar yang paling terdampak di seluruh Indonesia seperti Jalarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan masih banyak lagi.

“Seperti yang kita ketahui bahwa UMKM adalah sisi yang paling terdampak dari Covid 19′ dei GSUI kita mengandeng beberapa umkm yang bekerjannya di rumahan dalam usahanya memiliki 10-15 penjahit da kita gandeng mereka untuk memproduksi masker agar usahanya berjalan,” tutur Kris.

Untuk pembagian masker yang 10 kota paling terdampak episentrumnya Kris juga mengatakan kota kota yang di nyatakan oleh Gugus Tugas sebagai zona merah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya. Dan untuk UMKM “Karena lingkupnya masih 10 ribu masker masih mengandeng satu UMKM, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk kedepan pada bats ke dua dan ke tiga kita akan merotasi UMKM yang ada yang mana kita sudah mendapatkan Infor masi dari Kementrian Koperasi UMKM UMKM yang mana saya yang membuat masker sesuai standar yang di tentukan oleh Kementrian Kesehatan,” imbuhnya.

Di GSUI bukan saja berbagi hanya dengan barang dan uang, dengan sebuah karya lagu pun GSUI berikan, seperti Dr. Edy Prasetyo sebagai dokter spesialis neurologi yang menyumbangkan lagu ciptaannya dan diolah (composer) Tya Subiyakto dengan judul “Panggilan untuk Indonesia”.

“Di dalam lirik tersebut saya tuangkan unek uneg yang selama ini terjadi di masyarakat, karena pandemi ini bukan pemerintah saja yang harus menghentikan tetapi kita semua harus bersama sama menghentikan penyebaran covid 19, yang intinya dalam lagi ini adalh kita harus memiliki satu persepsi pandemi ini harus kita lawan bersama sama,” kata Dr. Edy. (AK)


Credit Photo : Bendahara GSUI Kris Tjandra dan Muhantto Hatta selaku Ketua GSUI (ki-ka) sebelum membagikan paket sembako dan masker kepada pekerja seni yang paling terdampak Virus Covid-19, di Jakarta, Kamis (21/5)/Istimewa


Atti K.