Sekjen AMDI: Butuh Kreativitas Untuk Hadapi Era Digital

"Dibutuhkan kreativitas yang tinggi untuk "bermain" di jalur era media digital. Kuncinya ide dan gagasan untuk membangun aplikasi yang dibutuhkan masyarakat dan memiliki kemampuan bagus dalam bidang konten agar bisa menjadi andalan untuk mengkampanyekan produk kita."

Sekjen AMDI: Butuh Kreativitas Untuk Hadapi Era Digital


Telegraf, Jakarta – Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Digital Indonesia (Sekjen AMDI) Edi Winarto kembali mengingatkan adanya perubahan perilaku sosial dan gaya hidup manusia sebagai dampak dari adanya revolusi era digital. Sistem manajemen, komunikasi dan sebagian pekerjaan manusia yang sudah “diambil alih” oleh teknologi informasi membawa dampak tergerusnya pola-pola kerja konvensional.

Akibatnya, banyak hal yang tadinya jadi usaha dan lapangan pekerjaan kini harus gulung tikar karena digilas era digital. Hampir sebagian pekerjaan konvensional kini sudah tergantikan oleh sistem online. Akibatnya sebagian tenaga kerja manusia tidak lagi dibutuhkan.

“Sebagai contoh dulu orang ingin memesan tiket harus di travel agen atau biro perjalanan yang mempekerjakan sejumlah karyawan, tapi kini kita tak perlu lagi capek-capek ke travel agen untuk membeli tiket pesawat atau membooking hotel, tapi cukup menggunakan aplikasi di alat android kita, semua dilakukan secara online oleh software aplikasi IT,” ujar Edi Winarto saat memberikan paparan dalam Kuliah Umum Strategi Komunikasi dan Negosiasi di Kampus LP3i, Depok Jawa Barat, Jumat (28/4/2017)

Imbasnya, lanjut Edi Winarto, perusahaan travel atau biro perjalanan banyak yang tutup atau gulung tikar karena kalah bersaing dengan sistem pembayaran online atau istilah asingnya financial technologi (fintech). Dampak lainnya mereka terpaksa merumahkan karyawannya.

Contoh lainnya, lanjut Edi, saat ini sudah banyak daerah menerapkan sistem IT dalam pengelolaan pelayanan umum dan layanan birokrasi di daerahnya atau yang biasa dikenal dengan istilah Kota Cerdas (Smart City). Semua pengelolaan birokrasi dijalankan oleh sistem aplikasi IT dan menggantikan beberapa tenaga manusia.

“Saya lihat sistem Smart City yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta bisa jadi model bagus bagi daerah lain. Mereka telah menciptakan sebuah sistem yang bagus, semua layanan umum dan layanan birokrasi terkonek secara otomatis dan cepat di pusat kendali Jakarta Smart City,” papar mantan Staf Khusus Plt Gubernur DKI Jakarta ini.

Menurut Edi Winarto, sekarang ini lebih dari setengah penduduk Indonesia telah terhubung ke internet. Edi mengutip survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII). Sepanjang 2016 menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. Adapun total penduduk Indonesia sendiri sebanyak 256,2 juta orang.

“Pastinya di tahun 2017 ini meningkat tajam dari angka tersebut dan mereka menggunakan internet untuk keperluan komunikasi yang ujung-ujungnya mengarah pada kampanye bisnis,” ujar pemilik situs berita EDITOR.ID ini.

Data survei juga mengungkap bahwa rata-rata pengakses internet di Indonesia menggunakan perangkat genggam. Ada lebih dari 67,2 juta orang atau 50,7 persen mengakses melalui perangkat genggam dan komputer. Sementara 63,1 juta orang atau 47,6 persen mengakses dari smartphone. Dan 2,2 juta orang atau 1,7 persen mengakses hanya dari komputer.

Kenaikan penggunaan smartphone ini disebabkan perkembangan infrastruktur dan mudahnya mendapatkan smartphone atau perangkat genggam.

Lantas bagaimana menyikapi meledaknya pertumbuhan era digital yang tidak bisa kita batasi? Edi Winarto menyarankan agar sejak awal kita mendalami, mempelajari dan kemudian menemukan ide gagasan untuk memanfaatkan revolusi digital ini dengan hal yang positif.

“Sekarang persaingan dimenangkan oleh industri kreatif, siapa yang kreatif menangkap peluang maka dialah yang mendapatkan pasar. Dan kehadiran internet atau digital ini akan semakin memudahkan pekerjaan manusia,” katanya.

Dibutuhkan kreativitas yang tinggi untuk “bermain” di jalur era media digital. “Kuncinya ide dan gagasan untuk membangun aplikasi yang dibutuhkan masyarakat dan memiliki kemampuan bagus dalam bidang konten agar bisa menjadi andalan untuk mengkampanyekan produk kita,” kata Edi dihadapan sekitar 100 mahasiswa yang hadir di pelatihan Strategi Komunikasi dan Negosiasi. (Red)

Photo Credit : AMDI


Edo W.

close