Saingi Tesla, Mercedes-Benz Luncurkan Mobil Listrik Mewah

Saingi Tesla, Mercedes-Benz Luncurkan Mobil Listrik Mewah

"Pelanggan di segmen ini mengharapkan perpaduan antara inovasi teknologi tinggi dan kemewahan modern dan itulah yang kami coba capai dengan EQS,"

Saingi Tesla, Mercedes-Benz Luncurkan Mobil Listrik Mewah

Telegraf – Daimler AG baru-baru ini meluncurkan ‘saudara’ dari sedan mewah Mercedes-Benz S-Class andalannya. Namun, tipe kali ini dirilis dengan format mobil listrik (EQS).

Kehadirannya untuk bersaing dengan produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla, dalam pertempuran untuk pangsa pasar kendaraan listrik, dilansir dari Reuters, Sabtu (17/04/2021).

EQS adalah yang pertama dalam keluarga mobil Mercedes-Benz yang dibangun di atas platform kendaraan listrik khusus yang dibangun dari nol. Kendaraan ini akan mulai dijual di Eropa dan Amerika Serikat (AS) pada Agustus, selanjutnya di China pada Januari tahun depan.

Penjualan mobil hybrid listrik dan plug-in di Uni Eropa hampir tiga kali lipat menjadi lebih dari 1 juta kendaraan tahun lalu. Angka itu terhitung lebih dari 10 persen dari keseluruhan penjualan. “Kami menetapkan standar sangat tinggi dengan mobil ini,” Kepala Eksekutif Daimler Ola Källenius, Jumat (16/4/2021).

“Pelanggan di segmen ini mengharapkan perpaduan antara inovasi teknologi tinggi dan kemewahan modern dan itulah yang kami coba capai dengan EQS,” lanjutnya.

Daimler belum mengungkapkan harga untuk EQS. Dimana harganya baru akan diumumkan mendekati peluncuran kendaraan tersebut. Källenius menghindari membuat perbandingan apa pun dengan Tesla, yang kapitalisasi pasarnya lebih dari US$700 miliar, jauh melebihi semua pembuat mobil lainnya.

Namun, dengan jangkauan hingga 770 kilometer dan layar tampilan baru yang akan menutupi hampir seluruh dasbor dilihat analis sebagai upaya untuk mengambil inisiatif dari Tesla. Pabrikan mobil listrik asal Negara Paman Sam itu selama ini memiliki keunggulan dibandingkan produsen mobil lain dan membanggakan daya tahan baterai yang lebih lama dan sistem infotainment layar sentuh yang khas.

Dalam catatan klien awal pekan ini, Deutsche Bank menyebut EQS sebagai “Mercedes ‘Tesla fighter”. Dan, dikatakan mobil tersebut kemungkinan akan menetapkan tolok ukur dalam hal fitur teknis, serta desain dan kualitas, baik untuk pembuat mobil tradisional maupun pendatang baru seperti Tesla.

Källenius mengharapkan lebih dari 50 persen pelanggan akan membayar ekstra untuk mendapatkan tampilan layar, yang diluncurkan Mercedes-Benz pada Januari tahun depan. Dengan ukuran 56 inci (142 cm), ‘Hyperscreen’ baru, yang lebarnya mengerdilkan layar 17 inci yang dibanggakan Tesla, juga akan ditampilkan dalam model listrik baru Mercedes-Benz lainnya.

Källenius mengatakan perusahaan tidak akan memberikan perkiraan berapa banyak model EQS yang ingin dijual, atau margin keuntungan seperti apa yang dia harapkan dari kendaraan tersebut. Namun dia memiliki ekspektasi tinggi untuk pasar China, di mana ada permintaan yang luar biasa untuk mesin pembakaran tradisional model S-Class.

Daimler saat ini bergabung dengan saingannya Volkswagen AG dengan platform listrik khusus. BMW akan meluncurkan platform khusus pada 2025. Kepala penjualan Mercedes Britta Seeger mengatakan peluncuran EQS bertepatan dengan permintaan kendaraan listrik yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan para eksekutif perusahaan.

“Kami mengira pada 2030 setengah dari penjualan kami akan menjadi kendaraan listrik, dan kendaraan plug-in hybrid. Apa yang saat ini kami lihat adalah permintaan yang lebih kuat dari pelanggan untuk EV. Kami bahkan lebih yakin bahwa lompatan ini bisa sedikit lebih cepat,” terang Seeger.


Photo Credit: Mobil listrik Mercedez-Benz (EQS). CARCOOPS

Didik Fitrianto

close