Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Remitansi Capai Rp250 Triliun, OJK Dorong Literasi dan Perlindungan Finansial PMI
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Remitansi Capai Rp250 Triliun, OJK Dorong Literasi dan Perlindungan Finansial PMI

Atti K. Senin, 10 November 2025 | 21:36 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK dalam kegiatan Edukasi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekaligus memperingati Hari Pahlawan Tahun 2025, Selasa (10/11)/Telegraf
Bagikan

Telegraf — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat upaya perlindungan dan pemberdayaan keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui peluncuran Buku Saku Literasi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia bertema “PMI Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju”.

Program ini merupakan kolaborasi strategis antara OJK, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan Bank Indonesia (BI) dalam menghadirkan panduan praktis agar PMI dan keluarganya dapat mengelola keuangan secara bijak, aman, dan berkelanjutan.

Kegiatan peluncuran digelar bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November, sebagai bentuk penghargaan terhadap para PMI yang dikenal sebagai pahlawan devisa Indonesia.

“Kita memilih hari yang sakral ini, Hari Pahlawan, karena mas-mbak semua adalah para pahlawan devisa di negara kita. Para pekerja migran meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memberikan harapan hidup bagi keluarga dan masyarakat, baik di daerah asal maupun di negara tempat bekerja,” ujar Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK dalam kegiatan Edukasi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekaligus memperingati Hari Pahlawan Tahun 2025, Selasa (10/11) .

Menurut data KP2MI dan Bank Indonesia, nilai remitansi yang dikirimkan para pekerja migran ke tanah air pada tahun 2024 mencapai Rp251–263 triliun, atau sekitar 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka tersebut berasal dari lebih dari 3,9 juta PMI aktif di luar negeri. Rata-rata setiap pekerja mengirimkan Rp64 juta per tahun atau sekitar Rp5,3 juta per bulan kepada keluarga di Indonesia.

“Arus remitansi pekerja migran yang mencapai lebih dari Rp250 triliun per tahun membuka peluang besar bagi industri jasa keuangan nasional. Artinya, seluruh pelaku industri — perbankan, pegadaian, asuransi, hingga lembaga keuangan mikro — memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi PMI,” tegas Friderica.

Ia menambahkan, pembekalan literasi keuangan menjadi penting agar PMI memahami cara mengirim uang dengan aman, mengelola pendapatan secara produktif, dan mempersiapkan masa depan keuangan setelah kembali ke tanah air.

“PMI yang cerdas finansial akan lebih siap menghadapi tantangan era digital, terhindar dari penipuan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI, Mukhtarudin, menyambut positif langkah OJK dan BI dalam memperkuat pelindungan finansial PMI melalui edukasi berkelanjutan.
“Buku saku ini menjadi panduan bagi para pekerja migran agar lebih bijak menggunakan keuangannya,” ujar Mukhtarudin.

Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian menjaga data pribadi dan rekening bank.
“Data diri dan rekening jangan sembarangan dikasihkan. Banyak kasus PMI rekeningnya digunakan untuk menipu bahkan melanggar hukum. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting agar PMI lebih cerdas dan berhati-hati,” tegasnya.

OJK bersama KP2MI dan BI berkomitmen memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke daerah kantong PMI seperti Jawa Barat, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan Bali. Program ini akan diintegrasikan dengan Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) agar setiap calon PMI mendapatkan bekal literasi keuangan sejak awal.

“Pemberdayaan PMI tidak hanya soal perlindungan, tetapi juga soal kemandirian finansial. Mereka harus disiapkan untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera setelah kembali ke Indonesia,” kata Friderica.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani, Kepala Departemen Survailans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI Anton Daryono, serta perwakilan dari pelaku industri jasa keuangan.

Peluncuran buku saku ini menjadi langkah nyata OJK dalam melaksanakan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025, yang menjadikan PMI sebagai salah satu segmen prioritas untuk peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026.
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?