Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Realisasi Pendapatan Negara 2016 Hanya 86,9% Dari Target
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Realisasi Pendapatan Negara 2016 Hanya 86,9% Dari Target

Atti K. Selasa, 3 Januari 2017 | 17:46 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
File/Dok/Ist. Photo
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan realisasi penerimaan negara tahun 2016 sebesar Rp1.582,9 triliun atau hanya sekitar 86,9 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P sebesar Rp1.786,2 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan realisasi pendapatan negara ini terdiri dari pendapatan dalam negeri sebesar Rp1.546 triliun atau 86,6% dari target yakni dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.283,9 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp282,4 triliun. Sedangkan penerimaan hibah sebesar Rp5,8 triliun atau 295,2% dari target.

“Kami masih menuliskan angka sementara (realisasi APBN-P 2016) karena yang pasti dalam bentuk laporan keuangan yang audited,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Menjaga APBN Sebagai Instrumen Kebijakan Yang Kredibel, Efektif dan Efisien, serta Berkelanjutan di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1).

Sementara itu, untuk realisasi sementara belanja negara tahun 2016 sebesar Rp1.898,6 triliun atau 89,3% dari target dalam APBN-P yang sebesar Rp2.082,9 triliun. Belanja ini terdiri dari belanja pemerintah sebesar Rp1.148,8 triliun atau 96,1% dari target, dan transfer ke daerah sebesar Rp718,3 triliun atau 91,9% dari target.

Dengan demikian, defisit anggaran untuk tahun 2016 sebesar Rp330,3 triliun atau 2,64% terhadap Produk Domestk Bruto (PDB). Defisit anggaran tersebut lebih tinggi dibanding target dalam APBN-P 2016 yang sebesar Rp296,7 triliun atau 2,35% terhadap PDB.

“Kalau untuk anggaran tahun 2015, ini sudah audited, defisit anggarannya (APBN) sebesar Rp323,1 triliun atau 2,80 persen terhadap PDB,” ujarnya. (Red)

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Photo credit : Setkab


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?