Ratna Sarumpaet Akan Segera Disidang

"Polisi menjeratnya dengan Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE."

Ratna Sarumpaet Akan Segera Disidang

Telegraf, Jakarta – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Supardi mengatakan, jaksa sudah menyelesaikan dakwaan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, dan dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk proses sidang.a

Alhamdulillah sudah (rampung dakwaannya). Belum (dilimpahkan), secepatnya. Tunggu kalau enggak hari ini, besok atau besok lusa,” ujar Supardi, Kamis (21/02/19).

Sementara itu, Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur menyampaikan, pihak pengadilan memang belum menerima dakwaan kasus hoaks Ratna Sarumpaet dari kejaksaan.

“Perkara Ratna memang belum dilimpahkan ke PN. Tidak ada (batas waktu), tetapi harus diperhatikan kewenangan penahanan (masa penahanan Ratna) pada saat ini oleh kejaksaan,” katanya.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah melakukan pelimpahan tahap dua tersangka Ratna Sarumpaet dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/01) lalu.

Diketahui, Polda Metro Jaya menangkap Ratna Sarumpaet ketika akan pergi ke Cile, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis, 4 Oktober 2018 lalu.

Polisi menetapkan Ratna sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, berkaitan dengan kabar bohong yang dibuatnya. Ratna sempat mengaku dianiaya oleh sekelompok orang ketika berada di Bandung, Jawa Barat. Setelah polisi melakukan penyelidikan, belakangan diketahui kalau gambar muka lebam Ratna yang beredar di media sosial, terjadi karena operasi sedot lemak wajah di Rumah Sakit Bina Estetika. Ratna pun akhirnya mengakui kebohongannya itu.

Polisi menjeratnya dengan Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Penyidik juga sudah memanggil satu per satu saksi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet di antaranya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutak, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang, Presiden KSPI Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, termasuk pengamat politik Rocky Gerung. (Red)

Photo Credit : Tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet. FILE/DOK/IST. PHOTO
Share



Komentar Anda