Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Puluhan Ribu Orang Adakan Doa dan Tahlil Bersama Bagi Korban Kanjuruhan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Puluhan Ribu Orang Adakan Doa dan Tahlil Bersama Bagi Korban Kanjuruhan

A. Chandra S. Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:54 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
KH Agoes Ali Mashuri dan Soekarwo pada saat acara doa bersama di Pondok Al Azhar di kawasan Masjid Roudlotul Mutaqqin, di Karangploso Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Selasa (04/10/2022) malam. TELEGRAF/Koeshondo W. Widjojo
Bagikan

Telegraf – Puluhan ribu masyarakat dan pendukung Arema FC yang biasa dikenal dengan sebutan Aremania dan juga para ulama menggelar tahlil doa bersama untuk kematian para korban tragedi Kanjuruhan, pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Puluhan ribu orang itu larut dalam suasana duka di Pondok Al Azhar di kawasan Masjid Roudlotul Mutaqqin, di Karangploso Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Selasa (04/10/2022) malam, kurang lebih pukul 19.30 WIB.

Doa bersama yang diiringi oleh tahlil itu juga dihadiri oleh Anggota Dewan Pertimbanan Presiden (Wantimres) Soekarwo dan Bupati Malang M. Sanusi yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo KH Agoes Ali Mashuri (Gus Ali) memanjatkan doa bersama dengan puluhan ribu orang peserta.

Gus Ali mengatakan bahwa doa bersama ditujukan untuk menguatkan mental dan rasa pasrah pada Tuhan atas tragedi Kanjuruhan, yang merupakan peristiwa yang memilukan. Ia meminta kepada seluruh peserta doa dan juga Aremania untuk memberikan doa yang tulus kepada para korban yang meninggal dunia husnul khotimah dan diterima amal serta ibadah mereka, dan mereka yang sedang dalam proses perawatan lekas diberikan kelancaran dan kesembuhan.

Puluhan ribu orang adakan doa bersama di Pondok Al Azhar di kawasan Masjid Roudlotul Mutaqqin, di Karangploso Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Selasa (04/10/2022) malam, kurang lebih pukul 19.30 WIB. TELEGRAF/Koeshondo W. Widjojo

“Memberikan doa bagi seseorang yang sudah meninggal dunia tersebut nantinya akan menjadi bekal untuk para korban tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Gus Ali.

Sementara itu, Wantimpres Soekarwo mengatakan, ia dan jajaran Wantimpres berkunjung ke Malang guna melihat situasi terkini, juga akan meninjau lokasi kejadian di Stadion Kanjuruhan serta untuk mendoakan para korban meninggal dunia dan yang kini dalam perawatan akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (01/10/2022) itu bisa mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

“Saya ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi Kanjuruhan ini, dan meminta agar kasus ini diusut secera terang-benderang, transparan dan seadil-adilnya sesuai dengan instruksi presiden,” kata Pakde Karwo sapaan akrab mantan Gubernur Jawa Timur itu.

Menurut Pakde Karwo, kejadian itu sebagai pengingat agar tidak terjadi dan terulang lagi di kemudian hari.

Dalam tragedi tersebut, menyebabkan sebanyak ratusan lebih meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka serta harus menjalani perawatan akibat luka ringan dan luka berat. Korban yang meninggal dunia tersebut akibat kepanikan yang timbul di stadion usai laga pertandingan karena adanya gas air mata yang menyebabkan penonton panik dan berdesak-desakan serta terinjak-injak akibat sumbatan di pintu keluar dan juga afiksia.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?