Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Prospek Bisnis Pemasaran Afiliasi di Indonesia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Prospek Bisnis Pemasaran Afiliasi di Indonesia

Atti K. Jumat, 16 Desember 2016 | 03:38 WIB Waktu Baca 6 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Bisnis online telah berkembang pesat selama dekade terakhir, dan diprediksi akan semakin menguat  karena semakin banyak orang mulai membeli segala sesuatu dari internet.   Menurut internetretailer.com, penjualan e-commerce akan mencapai US$ 523 milyar pada tahun 2020 dan di US kebanyakan blog pemula memulai fokus bisnisnya pada pemasaran afiliasi. Ini adalah cara termudah untuk mendapatkan uang dengan cepat, dan potensi pendapatan tak terbatas.

Berdasarkan data dari Bolton Consulting Group (BCG), pada tahun 2020 diperkirakan golongan kelas menengah di Indonesia mencapai angka  141 juta orang atau sekitar 54% dari total penduduk di Indonesia. Melihat dari data ini, sudah jelas dan bisa dipastikan bahwa potensi pasar afiliasi di Indonesia sangatlah besar.  Melihat potensi penduduk Indonesia dan fenomena masyarakat yang sudah melek teknologi, Affiliate Junction (AJ) di bawah bendera perusahaan iSYNERGY Group Ltd, akan turut meramaikan pemasaran afiliasi di negeri ini.

iSYNERGY adalah sebuah perusahaan berbasis bisnis afiliasi yang terkemuka di Malaysia. Berdiri sejak tahun 2009 di Malaysia dibidani oleh Datuk Lawrence Theo, iSynergy mengalami pertumbuhan pendapatan eksponensial cukup cepat, naik 500% pada tahun 2014 dengan RM19 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya. I-synergy juga menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Nasional Australia (NSX) pada 31 Agustus 2015 dan baru-baru ini masuk ke Bursa Efek Singapura (SGX).

“Kami berharap dapat lebih memperluas solusi pemasaran afiliasi dan network-nya ke berbagai negara di kawasan Asean, memberikan solusi pemasaran inovatif kami lewat platform yang menguntungkan secara universal,” ujar Founder i-Synergi yang juga menjabat sebagai CEO, Datuk Lawrence Theo dalam acara “Grand Launching dan Office Tour I-Synergy Affiliate Junction Indonesia” di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Sistem Yang Menguntungkan Bagi Pengiklan Maupun Afiliator

Dengan tagline “Affiliate Junction, When performance get rewarded”, bisnis ini memang menekankan pada komisi berbasis kinerja bagi para afiliasi atas usahanya dalam memasarkan produk/jasa pengiklan sehingga menghasilkan penjualan. Semakin efektif kinerja, maka semakin tinggi reward yang didapatkan.

Bisnis afiliasi ini menjadi menarik, terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan penghasilan sampingan ataupun pengusaha pemula. “Tentunya, menjadi pengusaha adalah sesuatu yang menakutkan untuk dimulai. Keunggulan AJ, kita tak hanya tergabung dalam sistem pemasaran afiliasi global, namun juga diberikan pelatihan struktural dan dukungan sistem untuk memperkuat bakat dan keahlian dalam menjalankan bisnis afiliasi ini,”imbuhnya.

Baru dengan sistem pemasaran afiliasi? Jangan khawatir. AJ akan memberikan laporan pelacakan transaksi, pengelolaan/manajemen pembayaran, aktifitas pengiklanan dan promosi, analisa basis data, jalur komunikasi, serta penargetan lanjutan. Sistem AJ memungkinkan para pengiklan dan afiliator untuk mengakses data dan informasi terkini mengenai pasar, sehingga dapat memperkuat strategi pemasaran mereka secara keseluruhan.

Di Malaysia sendiri, AJ sudah memiliki 25.000 jaringan afiliasi di seluruh negeri. Ada beberapa yang menjadikannya ladang penghasilan sampingan, namun banyak pula yang bekerja full-timer. Karena komisinya berbasis pada kinerja, potensi penghasilan pun tak terbatas, rata-rata afiliator yang aktif mendapatkan 5 digit penghasilan per bulan. Contohnya komisi sebesar 10.000 ringgit per bulan jika dirupiahkan sama dengan Rp 30 juta/bulan.

Di Indonesia, AJ dioperasikan oleh PT Inovatif Sinergi Internasional. Chief Operating Officer ISYNERGY Group Ltd, Lennon Chu juga meyakini ekspansi ke Indonesia sebagai pilihan yang tepat.  “Populasi yang signifikan membuat kami percaya diri dalam menjalankan program afiliasi dibawah platform bisnis AJ yang terbukti efektif menciptakan pengusaha dan pebisnis sukses,” jelasnya.

“Sistem ini hemat biaya, dimana iklan dan strategi promosi konvensional memerlukan biaya tinggi dengan hasil yang tidak pasti. Namun, dengan sistem afiliasi, perusahaan membayar komisi berdasarkan kinerja penjualan produk yang ditawarkan lewat program afiliasi,” tambah Lennon.

AJ terus menerus mengembangkan jaringan pengiklannya ke beberapa pangsa bisnis yang berbeda dan mengembangkan afiliasinya masing-masing. Ada afiliasi bisnis retail, lisensi retail, olahraga, telekomunikasi, layanan bantuan, kesehatan dan kebugaran, maupun produk keuangan

AJ juga memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi pengusaha sukses untuk bergabung dalam Agensi AJ.  Agensi terdiri dari pengusaha/pebisnis afiliasi sukses di Malaysia yang akan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi wirausahawan Indonesia, mengajarkan kunci sukses pemasaran affiliasi.

Untuk memberi motivasi masyarakat Indonesia dalam mencapai impian memulai wirausaha dan menjadi pengusaha sukses, AJ Indonesia juga menggelar AJ Indonesia Campaign Challenge yang dilaksanakan mulai 15 Desember 2016 – Maret 2017.   Siapa saja dari Indonesia yang menjadi bagian dari AJ akan menerima insentif yang sangat menarik dari perusahaan.

Kuartal kedua tahun 2017, iSYNERGY akan melaunching program smartsaver dimana pengguna dapat memilih berbagai toko online popular seperti Lazada, Matahari Mall, Blibli, Zalora, Berrybenka dan e-commerce lainnya dan mendapat reward berupa cashpoint setiap melakukan transaksi pembelian melalui smartsaver. Cashpoint ini dapat ditukarkan dengan potongan atau voucher pembelian di merchant yang anda inginkan. (S.Liu)

Photo credit : ISYNERGY


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026.
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?