Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca PROPAMI Dukung OJK: Delapan Rencana Aksi untuk Mengoreksi Struktur dan Memulihkan Kredibilitas Pasar Modal
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
FEATURED

PROPAMI Dukung OJK: Delapan Rencana Aksi untuk Mengoreksi Struktur dan Memulihkan Kredibilitas Pasar Modal

Idris Daulat Senin, 2 Februari 2026 | 12:07 WIB Waktu Baca 6 Menit
Bagikan
Foto : doc.Ist
Bagikan

Telegraf.co.id – Pasar modal Indonesia kembali diuji oleh persoalan klasik yang belum sepenuhnya terselesaikan: likuiditas yang timpang, transparansi kepemilikan yang terbatas, serta penegakan aturan yang belum konsisten. (1/2/26)

Di tengah kebutuhan pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional, kelemahan struktural tersebut terus membatasi daya saing Indonesia dalam menarik modal institusional global.

Dalam konteks itulah Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) menyatakan dukungan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal.

Agenda ini tidak diposisikan sebagai penyempurnaan teknis semata, melainkan sebagai upaya koreksi struktural untuk memulihkan kredibilitas pasar dan memperkuat fondasi jangka panjang industri pasar modal nasional.

Delapan rencana aksi tersebut dibangun di atas empat pilar utama: likuiditas, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergi dan pendalaman pasar. Keempat pilar ini mencerminkan pengakuan bahwa persoalan pasar modal Indonesia bersifat sistemik dan saling terkait.

Likuiditas: Mengatasi Akar Distorsi Pasar

Salah satu fokus utama reformasi adalah struktur likuiditas pasar yang dinilai tidak mencerminkan ukuran ekonomi nasional. Banyak saham berkapitalisasi besar tercatat dengan free float rendah, sehingga perdagangan menjadi tipis dan rentan terhadap distorsi harga.

Untuk mengoreksi kondisi tersebut, reformasi mengusulkan kebijakan baru free float dengan menaikkan batas minimum kepemilikan publik emiten menjadi 15 persen, sejalan dengan praktik umum di pasar global.

PROPAMI menilai kebijakan ini penting untuk memperluas saham yang benar-benar beredar di pasar, meningkatkan kualitas pembentukan harga, serta mengurangi dominasi pemegang saham pengendali dalam dinamika perdagangan harian.

Meski demikian, kebijakan ini dirancang dengan masa transisi bagi emiten eksisting. Pendekatan bertahap dianggap krusial agar reformasi struktural tidak menimbulkan guncangan pasar, sekaligus memberi ruang penyesuaian bagi korporasi yang memiliki struktur kepemilikan terkonsentrasi.

Transparansi: Dari Formalitas Menuju Kepercayaan

Pilar kedua menempatkan transparansi sebagai elemen kunci pemulihan kepercayaan investor. Salah satu agenda utama adalah penguatan keterbukaan Ultimate Beneficial Ownership (UBO), termasuk pengungkapan afiliasi pemegang saham.

Dalam praktiknya, struktur kepemilikan berlapis masih menjadi ciri umum di pasar modal Indonesia.

Bagi investor institusional, ketidakjelasan pemilik manfaat akhir meningkatkan persepsi risiko, khususnya terkait transaksi afiliasi dan potensi konflik kepentingan.

Dengan memperkuat disclosure UBO, reformasi ini bertujuan menggeser standar transparansi dari sekadar kepatuhan administratif menuju keterbukaan yang substansial.

Langkah tersebut diperkuat melalui penguatan data kepemilikan saham oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). PROPAMI mendukung upaya penyediaan data yang lebih granular dan reliabel, termasuk klasifikasi tipe investor serta peningkatan kualitas disclosure kepemilikan.

Data yang kuat dinilai sebagai prasyarat bagi pengawasan yang efektif dan pengambilan kebijakan yang kredibel.

Tata Kelola dan Enforcement: Titik Uji Reformasi

Pilar tata kelola dan penegakan hukum dipandang sebagai ujian paling krusial dari keseluruhan agenda reformasi. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah demutualisasi bursa efek, guna memisahkan fungsi komersial dan fungsi pengawasan.

Pemisahan ini dinilai penting untuk memitigasi benturan kepentingan dan memperkuat governance lembaga bursa sebagai pilar utama pasar modal.

Di sisi lain, reformasi menuntut pendekatan baru dalam penegakan peraturan. PROPAMI menekankan bahwa penindakan terhadap pelanggaran—termasuk manipulasi transaksi saham dan penyebaran informasi menyesatkan—harus dilakukan secara tegas, konsisten, dan berkelanjutan.

Tanpa enforcement yang kredibel, reformasi struktural berisiko kehilangan legitimasi di mata pelaku pasar.

Penguatan tata kelola juga diarahkan langsung pada emiten. Reformasi mendorong peningkatan standar governance melalui pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit, serta kewajiban kompetensi atau sertifikasi bagi profesi penyusun laporan keuangan.

Langkah ini mencerminkan pergeseran paradigma dari kepatuhan formal menuju akuntabilitas profesional.

Pendalaman Pasar dan Sinergi: Lebih dari Sekadar Ekspansi

Pilar keempat menekankan pendalaman pasar secara terintegrasi, mencakup sisi permintaan, penawaran, dan infrastruktur.

Reformasi ini menolak pendekatan parsial yang selama ini kerap menghasilkan fragmentasi, bukan likuiditas berkelanjutan.

Dalam kerangka tersebut, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci.

PROPAMI mendorong penguatan sinergi antara OJK, pemerintah, self-regulatory organizations, pelaku industri, dan asosiasi profesi.

Reformasi pasar modal, menurut PROPAMI, tidak dapat bergantung pada otoritas tunggal, melainkan memerlukan komitmen kolektif seluruh ekosistem.

Antara Agenda dan Kredibilitas

Dukungan PROPAMI terhadap OJK dalam delapan rencana aksi ini mencerminkan kesadaran bahwa pasar modal Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar pertumbuhan kuantitatif.

Integritas, transparansi, dan konsistensi penegakan aturan menjadi prasyarat untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan investor.

Namun, sejarah pasar keuangan menunjukkan bahwa kredibilitas tidak dibangun oleh pernyataan kebijakan, melainkan oleh implementasi yang konsisten.

Bagi investor, ukuran keberhasilan reformasi ini bukan terletak pada narasi, tetapi pada perubahan nyata dalam struktur pasar dan perilaku pelaku.

Di tengah persaingan global memperebutkan modal jangka panjang, delapan rencana aksi yang didukung PROPAMI dan OJK ini akan menjadi penentu apakah pasar modal Indonesia mampu bertransformasi menjadi pasar yang kredibel, dalam, dan berkelanjutan—atau tetap terjebak dalam persoalan struktural yang berulang.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : doc.Ist
PROPAMI Dukung OJK: Delapan Rencana Aksi untuk Mengoreksi Struktur dan Memulihkan Kredibilitas Pasar Modal
Waktu Baca 6 Menit
Hadiah Patung Tokoh Pers Dan Tokoh Samin Untuk PWI Pusat
Waktu Baca 3 Menit
Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit
Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK
Waktu Baca 2 Menit
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan
Waktu Baca 4 Menit

Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit

GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan

Waktu Baca 8 Menit

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Remitansi Capai Rp250 Triliun, OJK Dorong Literasi dan Perlindungan Finansial PMI

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EKSiS 2025

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga, Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tetap Kuat

Waktu Baca 5 Menit
Bjorka Salah Tangkap
FEATURED

“Bjorka” Menjawab Salah Tangkap: Bocornya 341 Ribu Data Polisi dan 679 Ribu Surat Rahasia untuk Presiden

Waktu Baca 7 Menit
Foto : Suasana sidang pleno RUAT–RUALB PROPAMI 2025 di Jakarta, Jumat (26/9), yang dihadiri pengurus, anggota, serta perwakilan OJK, BEI, KSEI, dan KPEI. (Doc.Ist)
Ekonomika

PROPAMI Tegaskan Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Tenaga Pasar Modal

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?