Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca OJK: Ekonomi Februari 2026 Tumbuh Solid, Waspadai Tekanan Geopolitik dan Volatilitas Pasar
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

OJK: Ekonomi Februari 2026 Tumbuh Solid, Waspadai Tekanan Geopolitik dan Volatilitas Pasar

Atti K. Rabu, 4 Maret 2026 | 11:38 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Konferensi Pers Hasil RDK Bulanan (RDKB)
Bagikan

Telegraf — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan pada Februari 2026 tetap terjaga di tengah pertumbuhan ekonomi domestik yang solid. Namun, peningkatan tensi geopolitik global dan dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat menjadi tantangan utama yang berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK sekaligus Pjs Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan kinerja ekonomi nasional hingga kuartal IV 2025 tetap kuat dan menjadi modal penting memasuki awal 2026.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen (year on year), sehingga secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,11 persen. Inflasi headline meningkat terutama akibat efek basis rendah tahun sebelumnya, namun indeks keyakinan konsumen masih berada di zona optimis dan aktivitas manufaktur tetap ekspansif,” ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Selasa (25/2/2026).

Meski demikian, Friderica menegaskan risiko eksternal tetap perlu diwaspadai. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal IV 2025 hanya 1,4 persen, di bawah ekspektasi pasar, dengan tekanan inflasi yang kembali meningkat sehingga menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga.

“Peningkatan tensi geopolitik dan fragmentasi geoekonomi pada awal 2026, termasuk di kawasan Timur Tengah, berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global,” katanya.

Di pasar domestik, tekanan mulai terlihat. Plt Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Februari 2026 ditutup di level 8.235,49 atau terkoreksi 1,13 persen secara month to date dan 4,76 persen secara year to date.

Baca Juga :  PGN Bentuk Satgas RAFI 2026, Amankan Pasokan Gas Selama Ramadhan dan Idul Fitri

“Sehubungan dengan volatilitas pasar di awal Maret 2026 yang dipicu eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, OJK terus memantau pergerakan pasar dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah kebijakan yang diperlukan,” ujar Hasan.

Meski IHSG terkoreksi, aktivitas transaksi tetap tinggi. Rata-rata nilai transaksi harian saham pada Februari 2026 tercatat Rp25,62 triliun, konsisten di atas Rp20 triliun sejak Agustus 2025. Investor asing juga mencatatkan net buy Rp0,36 triliun, berbalik dari posisi net sell Rp9,88 triliun pada Januari.

Dari sisi industri pengelolaan investasi, kinerja masih positif. Nilai aset kelolaan (AUM) mencapai Rp1.115,71 triliun per 26 Februari 2026, naik 7 persen secara year to date. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp726,26 triliun, tumbuh 3,5 persen secara month to date dengan net subscription Rp16,09 triliun sepanjang Februari.

Sementara itu, jumlah investor pasar modal kembali bertambah 1,8 juta investor baru hingga total mencapai 22,88 juta investor per 25 Februari 2026.

Di sektor perbankan, OJK mencatat kredit tumbuh 9,96 persen (yoy) pada Januari 2026 menjadi Rp8.557 triliun. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit investasi sebesar 22,38 persen. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 10,76 persen menjadi Rp10.076 triliun, dengan rasio permodalan (CAR) tetap kuat di level 25,87 persen.

Secara keseluruhan, OJK menilai fondasi ekonomi domestik masih solid dengan intermediasi perbankan yang terjaga, pasar modal yang tetap aktif, serta optimisme konsumen yang bertahan. Namun, risiko eksternal dan dinamika geopolitik global menjadi tantangan utama yang perlu diantisipasi untuk menjaga momentum pertumbuhan pada Februari dan bulan-bulan berikutnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

PGN Bentuk Satgas RAFI 2026, Amankan Pasokan Gas Selama Ramadhan dan Idul Fitri
Waktu Baca 3 Menit
Lonjakan Aktivitas Migas Picu Tantangan Baru bagi Industri Asuransi Energi
Waktu Baca 5 Menit
Budi Rahardjo
Presiden Prabowo Mendengar, Indonesia Melangkah: Bebas Aktif di Tengah Pusaran Dunia
Waktu Baca 5 Menit
OJK: Ekonomi Februari 2026 Tumbuh Solid, Waspadai Tekanan Geopolitik dan Volatilitas Pasar
Waktu Baca 4 Menit
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Swasta Wajib Bayar Penuh H-7 Lebaran
Waktu Baca 4 Menit

Strategi OJK Kelola Risiko Iklim: Perkuat Pengawasan, Wajibkan CRMS, dan Bentuk Kemitraan Internasional

Waktu Baca 4 Menit

Pernyataan Lama Ketua DPD Kembali Viral, Densus Digital Soroti “Politik Daur Ulang”

Waktu Baca 3 Menit

LPS Bayar 88 Persen Rekening Nasabah BPR Prima Master Bank, Proses Klaim Dilanjutkan Bertahap

Waktu Baca 2 Menit

BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Dongkrak Pangsa Pasar Perbankan Syariah

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

APBN 2026 Tumbuh Kuat, Penerimaan Pajak Melonjak 30,7 Persen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Menkeu Purbaya: Penerima LPDP yang Hina Negara Terancam Blacklist dari Pemerintahan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Gandeng Persija dan Jakmania, Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Kacang Dua Kelinci Luncurkan Desain Kemasan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BSN Perkuat Posisi sebagai “Banknya Para Developer”, Targetkan 73.700 KPR Subsidi pada 2026

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BNI Bukukan Laba Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9% di Tengah Tekanan Global

Waktu Baca 3 Menit
Foto : PROPAMI Surabaya Raya resmi dilantik, membuka jalan lahirnya profesional pasar modal baru melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan kompetensi investasi nasional. (doc.PROPAMI)
Ekonomika

PROPAMI Perluas Jaringan Profesional Pasar Modal Lewat Pelantikan DPW Surabaya Raya

Waktu Baca 5 Menit
Foto : doc.Ist
FEATURED

PROPAMI Dukung OJK: Delapan Rencana Aksi untuk Mengoreksi Struktur dan Memulihkan Kredibilitas Pasar Modal

Waktu Baca 6 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?