Presiden Afganistan Memuji Kopi Indonesia

"Tadinya saya heran juga kok Presiden Afganistan mau makan pagi bersama kami, tapi karena saya pikir firs ladynya yang mengajak yah akhirnya kan saya duluan bersama firs lady makan pagi bersama, tiba tiba pak presiden afganistan muncul dan duduk bersama dan kita sama sama, pak presiden afganistan itu minum kopi katanya kopi indonesia senang"

Presiden Afganistan Memuji Kopi Indonesia


Telegraf, Jakarta – Dalam lawatannya ke Afganistan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mempunyai misi symposium on ” the Role and Contribution of Afganistan Women for Peach” yang di lakukan pertengahan Mei lalu, adalah agenda sharing pengalaman dan pemberdayaan perempuan.

Dalam jamuan paginya presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani memuji kopi Indonesia yang enak rasanya, Yohana tidak mengira bahwa pada jamuan sarapan pagi itu Presiden Afganistan akan sarapan bersama.

“Tadinya saya heran juga kok Presiden Afganistan mau makan pagi bersama kami, tapi karena saya pikir firs ladynya yang mengajak yah akhirnya kan saya duluan bersama firs lady makan pagi bersama, tiba tiba pak presiden afganistan muncul dan duduk bersama dan kita sama sama, pak presiden afganistan itu minum kopi katanya kopi indonesia senang,”tuturnya usai pers konfrens di kantornya Jakarta, Jumat (19/5/17).

Padahal dalam sejarahnya masyarakat di Afganistan itu merupakan peminum teh bukan peminum kopi, tetapi presiden Afganistan penyuka kopi Indonesia, “orang Afganistan kan jarang minum kopi mereka tidak begitu suka minu kopi mereka minum teh tapi pas saya minum kopi ini mereka ikut berkomentar presiden Afganistan minum kopi,”ujar Yohana.

Dalam perbincangan pagi itu Ashraf berpesan, Yohana mengatakan agar mendampingi Menteri Woment for Peach,”beliau meminta untuk kami mendampingi menteri womens for peach firs ladynya mengatakan bahwa kelemahan dari pemberdayaan perempuan ya memang sama dengan kami,” lanjutnya.

Selain membahas kopi Yohana menyampaikan kepada Ashraf bahwa presiden Afganistan agar memperhatikan Menteri Pemberdayaan Perempuan disana supaya sama seperti saya (indonesia) karena isu perempuan itu bukan isu hanya di sentral dan provinsi tetapi sampai ke desa desa. (Red)

Foto credit : Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close