Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Prabowo Diminta Hentikan Latihan TNI Makan Binatang Hidup
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Prabowo Diminta Hentikan Latihan TNI Makan Binatang Hidup

Fajri Setiawan Kamis, 18 Februari 2021 | 23:58 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto disurati oleh People for the Ethical Treatment of Animals (PETA). Organisasi nirlaba yang fokus pada hak hidup binatang itu, meminta Prabowo menghentikan latihan TNI di Thailand yang memakan binatang hidup-hidup.

PETA menyebut ada kekejaman dengan mengonsumsi hewan-hewan liar seperti minum darah ular kobra, makan tokek hidup, hingga kalajengking dan tarantula dalam latihan bernama Cobra Gold 2021 itu.

Atas dasar itu PETA pun mendesak Prabowo agar menyampaikan ke penyelenggara latihan agar menghentikan praktik latihan tersebut.

“Selain menimbulkan risiko penyakit berbahaya, latihan Cobra Gold yang melibatkan hewan juga kejam dan tidak praktis,” kata Wakil Presiden Senior PETA, Jason Baker, Kamis (18/02/2021).

Dalam suratnya, PETA menyebut bahwa kegiatan Cobra Gold itu diikuti oleh ribuan personel militer dari beberapa negara seluruh dunia, termasuk Indonesia yang dijadwalkan akan bergabung di beberapa lokasi latihan di seluruh negara Thailand.

PETA menyebut pembunuhan keji binatang-binatang itu setiap tahun menyebabkan aib bagi para tentara, risiko kesehatan publik, hingga membahayakan spesies yang mudah diserang menjadi punah.

Prabowo didesak mengakhiri pembunuhan hewan yang sadis dalam Cobra Gold karena dapat menodai kehormatan Indonesia, membahayakan kesehatan masyarakat, dan membahayakan spesies yang rentan terhadap kepunahan.

Para prajurit itu terekam membunuh ayam dengan tangan kosong, menguliti dan memakan tokek hidup, mengonsumsi kalajengking dan tarantula hidup, memenggal kobra dan meminum darah mereka.

PETA juga menyebut praktik semacam itu berpotensi menimbulkan penyakit zoonosis dan mengantarkan kobra ke ambang kepunahan.

Baca Juga :  Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Potensi bahaya kesehatan juga dikhawatirkan akan muncul akibat memakan binatang tersebut.

Mengutip WHO, 70 persen dari patogen yang muncul-termasuk yang menyebabkan Covid-19, Ebola, Zika, SARS, MERS, cacar, TBC, serta penyakit menular lainnya-disebabkan dari binatang.

Sebagai tambahan, dalam risiko penyakit berbahaya, pelatihan Cobra Gold sadis dan tidak praktis yang melibatkan binatang-binatang.

Sementara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (DOD) mengklarifikasi bahwa pembunuhan sadis dan konsumsi binatang-binatang hidup untuk dimakan selama pelatihan militer, tidak ada bedanya dengan praktik ritual sadis barbar dan tidak memberikan kemampuan bertahan hidup sama sekali.

“Banyak metode pelatihan bertahan hidup yang tidak perlu melibatkan binatang,” katanya.

Sementara itu belum ada keterangan dari Prabowo maupun pihak Kementerian Pertahanan terkait hal tersebut. Source: Detik


Photo Credit: Menhan Prabowo Subianto saat datang untuk menghadiri acara pelantikan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk periode kedua, di gedung DPR di Jakarta, 20 Oktober 2019. REUTERS

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit
Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung
Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern
Waktu Baca 4 Menit
SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN
Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit

10,8 Juta Rumah Ditargetkan Dapat Layanan Internet Murah Pada 2030

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Menteri KKP Terjatuh dan Pingsan Saat Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang petugas kebersihan sedang membersihkan gedung KPK. ANTARA
Nasional

KPK Sita Ratusan Juta Tunai Dari Kasus Korupsi Wali Kota Madiun

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Tim SAR Temukan Total 10 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadi hujan lokal di beberapa wilayah di DKI Jakarta pada hari ini. IST. PHOTO
Nasional

Pramono Anung: Perpanjangan Modifikasi Cuaca Hingga 27 Januari

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Akan Diperiksa KPK Terkait Korupsi Haji

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Ahok Pastikan Bersaksi Terkait Korupsi Kilang Pertamina Pekan Depan

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Prabowo Tak Tetapkan Status Bencana Nasional, Ini Alasannya

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Perbaikan Akibat Bencana, Prabowo: Kita Punya Anggarannya

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?