Portfolio Pinjaman Perseroan Dorong BTN Tumbuh 21,03%

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menunjukkan perlambatan pada awal tahun, kami tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan DPK di atas 20% atau sesuai dengan target yang telah kami tetapkan”

Portfolio Pinjaman Perseroan Dorong BTN Tumbuh 21,03%


Telegraf, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat perolehan laba bersih senilai Rp594 miliar pada triwulan satu 2017. Nilai laba bersih tersebut meningkat 21,03 persen secara setahunan dari periode sama tahun lalu, hal ini di dorong oleh kredit perumahan yang mendominasi portfolio pinjaman perseroan sebesar 90,35%

hal itu disampaikan Direktur Utama Bank BTN Maryono saat konfresi pers pemaparan kinerja kuartal 1 tahun 2017 di kantornya menara BTN, Jakarta Pusat, Senin (17/4/17).

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menunjukkan perlambatan pada awal tahun, kami tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan DPK di atas 20% atau sesuai dengan target yang telah kami tetapkan,” jelas Maryono.

Pendapatan bunga bank juga tumbuh 8,74% year on year (YOY) dari Rp1,78triliun menjadi Rp2,04 triliun diakhir maret ini, serta operasional bank BTN juga mengalami kenaikan 36,79 % yoy adapun penopang terbesar pada operasional adalah pendapatan komisi, provisi dan administrasi yang tumbuh 27,38% YOY.

Maryono mejelaskan pertumbuhan KPR subsidi menjadi bukti komitmen perseroan mendukung sejuta rumah, BTN mencatat kontribusi sejumlah 271,679 rumah dengan nilai Rp27,44 triliun, dari sisi demand perseroan sudah menyalurkan 44,442 unit KPR baik subsidi maupun non subsidi dengan nilaii total Rp7,24 triliun dan dari sisi suplay total nilai proyek sebanyak 227,237 unit setara 20,215.

Adapun rasio keuangan lainnya tercatat rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) naik dari 16,5 persen menjadi 18,9 persen pada kuartal I-2017. Loan to deposit ratio (LDR) BTN pun membaik dari 108,98 persen menjadi 107,79 persen. Sedangkan net interest margin (NIM) BBTN berada di level 4,32 persen.

Baca Juga :   Ini Kata Presiden FSPPB Terkait Penanganan Kebakaran Kilang Minyak Cilacap

Menurut Maryono, pendapatan bunga BTN ditopang pertumbuhan total kredit dan pembiayaan BTN yang naik sebesar 18,71 persen dalam setahunan menjadi Rp169,69 triliun. Posisi pertumbuhan kredit tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yang sebesar 8,4 persen per Februari tahun ini.

Di sisi lain, pertumbuhan DPK pun menanjak di level 20,02 persen menjadi Rp157,42 triliun. Sedangkan, bank sentral mencatat DPK secara industri hanya tumbuh 8,9 persen per Februari 2017. Pertumbuhan giro, lanjut Maryono, menjadi pendorong terbesar peningkatan dana BTN dengan kenaikan sebesar 29,36 persen. Sementara itu, deposito dan tabungan masing-masing meningkat 21,59 persen dan 5,85 persen. (Red)

Credit foto: Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close