Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Poros Tengah Koalisi Partai Islam, Pragmatis Syarat Kepentingan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Poros Tengah Koalisi Partai Islam, Pragmatis Syarat Kepentingan

A. Chandra S. Sabtu, 17 April 2021 | 04:15 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Tampak Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, dalam sebuah kampanye bersama antar PAN dan PKS. FILE/FIN/Iwan Tri wahyudi
Photo Credit: Tampak Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, dalam sebuah kampanye bersama antar PAN dan PKS. FILE/FIN/Iwan Tri wahyudi
Bagikan

Telegraf – Dorongan pembentukan poros partai Islam kian mengemuka setelah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menangkap adanya sinyal koalisi di balik pertemuan antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemarin.

Yusril menganggap hal tersebut sebagai momentum bagi partai Islam pada saat ini, untuk bersatu membentuk poros tengah jelang konstelasi politik 2024 mendatang.

Koalisi Poros Partai Islam bukan sebuah hal yang baru di Indonesia. Pasca reformasi usai melengserkan kekuasaan Orde Baru (Orba), pada Pemilu pertamanya, koalisi partai Islam muncul dan berhasil mendominasi Pemilu dengan Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang saat itu diusung oleh koalisi tersebut.

Namun pada kenyataannya tidak ada hal lain yang bisa merusak poros Islam selain di internal koalisi sendiri. Urusan suara bisa tergerus oleh partai-partai nasional, itu urusan kedua. Sebab ketika poros Islam ini kuat, bukan tidak mungkin pendukung justru akan berdatangan. Apalagi Islam di Indonesia memang sebagai agama mayoritas.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai wacana koalisi poros partai Islam hanya isu basi yang kerap muncul dadakan saat menjelang Pemilu dan Pilpres saja.

Upaya koalisi partai Islam kerap kandas bahkan sebelum dimulai. Partai-partai Islam kerap berseberangan ketika perhelatan pemilu telah dimulai.

“Hingga saat ini, upaya untuk menyatukan partai-partai Islam masih sebatas imajinasi,” kata Karyono, Sabtu (17/04/2021).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat penyatuan partai islam sulit terealisasi. Salah satunya berkaitan dengan mahzab setiap partai yang cenderung berbeda.

“Perbedaan kepentingan politik praktis yang berorientasi kekuasaan juga lebih dominan dibanding kepentingan penyatuan ideologi politik islam ke dalam satu koalisi,” terangnya.

Di sisi lain, partai Islam yang cenderung puritan enggan merespon serius wacana penyatuan partai-partai Islam dalam satu koalisi.

“Lantaran sesama partai Islam masih muncul kecurigaan wacana tersebut hanya untuk kepentingan pragmatis, kepentingan jangka pendek sekadar untuk tawar menawar posisi (bargaining position),” imbuhnya.

Menurutnya, selain faktor internal koalisi yang memberi pengaruh banyak dalam penyatuan partai islam, partai dengan haluan ideologi nasionalis juga patut diwaspadai, apalagi jika dilihat dari sejarah pelaksanaan pemilu di Indonesia, belum pernah ada partai islam yang tampil sebagai pemenang pemilu secara nasional.

“Terlepas dari persoalan tersebut, kekuatan partai Islam masih jauh dibanding dengan partai-partai yang berhaluan nasionalis,” pungkasnya.


Photo Credit: Tampak Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, dalam sebuah kampanye bersama antar PAN dan PKS. FILE/FIN/Iwan Tri wahyudi

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?