Politisasi Masjid, Ma’ruf Amin: Takmir Masjid Berhak Larang Politisasi Ibadah

"Jadi saya kira itu haknya pengurus mesjid untuk menolak,"

Politisasi Masjid, Ma’ruf Amin: Takmir Masjid Berhak Larang Politisasi Ibadah

Telegraf, Jakarta – Cawapres nomor urut 01, KH. Ma’ruf Amin, menilai adalah hak pengurus Masjid Agung Semarang untuk memastikan tidak ada upaya politisasi ibadah shalat Jum’at oleh capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Menurut Kyai Ma’ruf, tidak boleh bila ada yang membawa pamflet promosi politik ketika Jum’atan. Bagi pengurus mesjid, wajar bila hal demikian dianggap beresiko sebagai indikasi kampanye.

“Jadi saya kira itu haknya pengurus mesjid untuk menolak,” ujar Kyai Ma’ruf, Kamis (14/02/19).

Lebih lanjut Kyai Ma’ruf menyerukan agar setiap pengurus masjid memang jangan memberikan peluang kepada politisi untuk dijadikan tempat kampanye. Dalam acara-acara seperti Shalat Jum’at, sebaiknya khatib juga tak menggunakan sebagai tempat kampanye.

Maka itu, pengurus mesjid juga harus selektif terhadap para khatib yang diundang.

“Pasti, itu harus selektif,” ujar Kyai Ma’ruf.

Sebelumnya, sejumlah media massa melaporkan bahwa Takmir Mesjid Agung Semarang KH. Hanief Ismail melarang adanya upaya politisasi shalat Jum’at di mesjid itu. Takmir keberatan dengan penyebaran pamfet untuk ajakan shalat Jum’at bersama Prabowo. Mereka keberatan masjid dijadikan sebagai ajang kampanye politik atau dipolitisasi. (Red)


Photo Credit : Calon wakil presiden nomor urut 01, Kyai Maruf Amin. ST. PHOTO/KELVIN CHNG

Tanggapi Artikel