PM Kanada: Aksi Israel di Gaza Ancam Keamanan Negara Yahudi

Oleh : Fajri Setiawan

Telegraf – Negara-negara yang bersahabat dekat dengan Israel khawatir terhadap operasi militer di Jalur Gaza bakal mengancam keamanan jangka panjang negara itu, kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dalam tayangan wawancara pada Kamis (21/22/2023).

Komentar Trudeau tersebut mengungkap keprihatinan sekutu-sekutu Israel tentang angka kematian warga Gaza yang terus bertambah.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan jumlah warga yang tewas sudah mencapai hampir 20.000 orang. Jet-jet tempur Israel terus membombardir wilayah kantong Palestina itu pada Kamis, (21/12/2023).

Trudeau konsisten menyatakan Israel berhak membela diri setelah diserang oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober.

Namun, ketika angka kematian warga sipil di Gaza terus bertambah, pelan-pelan dia mulai bersikap lebih keras.

Sahabat-sahabat terkuat Israel “kian khawatir bahwa aksi-aksi jangka pendek Israel sebenarnya membawa risiko keamanan jangka panjang dan bahkan dukungan bagi sebuah negara Yahudi masa depan,” kata Trudeau.

Kanada, Australia, dan Selandia Baru pekan lalu mendukung upaya global untuk mendesak “gencatan senjata berkelanjutan” di Gaza sebagai ungkapan keprihatinan bersama, tak lama setelah AS memperingatkan Israel tentang berkurangnya dukungan internasional.

“Israel memiliki hak dan tanggung jawab untuk membela diri, tetapi harus melakukannya secara hati-hati dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap warga sipil,” kata Trudeau.

Dia menyerukan bantuan kemanusiaan dikirim ke Gaza yang dikepung Israel dan menekankan pentingnya melawan anti-Yahudi di dalam dan di luar negeri.

Jumlah kejahatan yang dipicu kebencian terhadap warga Yahudi dan Muslim di Toronto meningkat signifikan sejak konflik di Gaza meletus, kata polisi di kota terbesar Kanada itu bulan lalu.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close