Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Perubahan Iklim Jadi Isu Penting di KTT G20
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Perubahan Iklim Jadi Isu Penting di KTT G20

A. Chandra S. Jumat, 24 Desember 2021 | 00:03 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Banjir rob akibat ulah manusia di Jakarta merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan hidup Ibu Kota. Dan merupakan ancaman yang meningkat dari adanya perubahan iklim. FOTO: JOSH HANER
Photo Credit: Banjir rob akibat ulah manusia di Jakarta merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan hidup Ibu Kota. Dan merupakan ancaman yang meningkat dari adanya perubahan iklim. FOTO: JOSH HANER
Bagikan

Telegraf – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan isu perubahan iklim atau climate change juga menjadi salah satu isu penting. Ini akan menjadi topik yang akan dibicarakan dalam pertemuan G20 mendatang.

“Climate change itu tidak mungkin bisa ditangani tanpa aspek keuangan. Makanya di dalam Finance Track dibicarakan mengenai sustainable finance dan climate change finance. Itu menjadi sangat penting,” katanya, Kamis (23/12/2021).

Sri Mulyani bercerita, para pemimpin G20 memiliki komitmen lebih ambisius, yakni menurunkan suhu Bumi agar tidak lebih dari 1,5 derajat celcius dibandingkan pre-industrial time. Untuk mencapai hal tersebut, pendanaan dan teknologi menjadi penting.

“Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi, baik di Roma, di Glasgow, dan di dalam berbagai forum, Bapak Presiden telah menyampaikan komitmen Indonesia untuk ikut dalam menurunkan CO2 dunia sehingga kita terhindar dari malapetaka perubahan iklim,” jelasnya.

Dalam upaya mencapai komitmen tersebut, sektor kehutanan atau forestry and land use menjadi sektor yang menyebabkan penurunan CO2 secara lebih murah dan cepat.

“Bapak Presiden sekarang mengundang banyak duta besar, lembaga-lembaga internasional untuk ikut dalam penanaman mangrove. Karena itu sangat cepat, efektif, dan relatif murah,” bebernya.

Di sisi lain, Indonesia juga berupaya untuk melakukan energy transition, yaitu transisi dari energi yang berbasis non-renewable, terutama batu bara, kepada renewable. Menkeu menilai, Indonesia yang merupakan produsen batu bara dan 60 persen energi masih didominasi oleh batu bara tidak mudah untuk melakukan transisi energi ini.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

“Kita harus punya perencanaan yang baik, yaitu berapa jumlah demand akan meningkat? Berapa jumlah coal plant yang akan bisa di-retired atau dipensiunkan secara dini? Dampaknya berapa banyak dari sisi keuangan? Dan kemudian kita harus membangun renewable energy berapa banyak lagi? Berapa investasi dibutuhkan?” imbuhnya.

Indonesia menjadi perhatian dunia dalam melakukan transisi energi ini. Maka dari itu, komitmen menanggulangi perubahan iklim akan dilakukan melalui langkah-langkah progresif yang mengedepankan prinsip ekonomi berkelanjutan, serta mengedepankan prinsip keadilan (just) dan keterjangkauan (affordable) dengan memperhatikan iklim berusaha dan masyarakat kecil.


Photo Credit: Banjir rob akibat ulah manusia di Jakarta merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan hidup Ibu Kota. Dan merupakan ancaman yang meningkat dari adanya perubahan iklim. FOTO:  JOSH HANER

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?