Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pertumbuhan Kredit 13,3 Persen Adalah Penopang Laba Kwartal III 2017 Bank BNI
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Pertumbuhan Kredit 13,3 Persen Adalah Penopang Laba Kwartal III 2017 Bank BNI

Atti Kurnia Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:36 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Rapat kinerja Triwulan ke II 2017 BNI
Bagikan

Telegraf, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero merilis laba bersih pada kuartal III tahun 2017 sebesar Rp10.16 triliun atau tumbuh 31,6 persen dibandingkan laba yang diraih pada periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 7.72 triliun. Kenaikan laba bersh ini  ditopang oleh penyaluran kredit BNI yang tumbuh 13,3 persen, sementara pertumbuhan kredit industri tumbuh 8,2 persen (per Juli 2017).

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta menjelaskan dalam paparan kinerja keuangan BNI Kuartal III Tahun 2017 di Jakarta, Kamis (12/10/17). Selain dari kredit industri laba bersih BNI juga di topang oleh  Pendapatan Bunga Bersih (Nll) yang tumbuh 7.5 persen dari Rp 21,87 triliun pada Kuartal III 2016 menjadi Rp 23,51 triliun pada Kuartal III 2017, beriringan dengan peningkatan kualitas kredit BNI serta menjaga net interest margin (NIM) di level 5.5 persen.

Herry menerangkan tak hanya itu saja Pendapatan Non-Bunga pada Kuartal III 2017 juga mengalami kenaikan sebesar 15,1 persen, dibanding tahun yang lalu 2016 yaitu sebesar Rp6,24 triliun, menjadi Rp 7,18 triliun pada Kuartal III 2017.

Sementara untuk penyaluran kredit sampai kuartal ke III thn 2017  Harry menjelaskan tumbuh sebesar 13,3 persen setara dengan Rp421,41 triliun pertumbuhan ini di atas realisasi kredit pada periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 372,02 triliun, Realisasi kredit tersebut jauh lebih cepat dibandmgkan pertumbuhan kredit dl Industri  yang mencapai 8,2 persen per Juh 2017.

Naiknya pertumbuhan kredit tidak lepas dar Strategi yang dilakukan yaitu  menggali potensi pasar pemblayaan BUMN dengan fokus pada proyek infrastruktur dan sektor industri yang memiliki  resiko rendah dan terkontrol, mengoptimalkan jaringan dan outlet untuk mampu menggarap potensi pasar yang ada, serta menggali potensi supply chain debitur korporasi untuk menangkap potensi debitur baru.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

“Penyaluran kredit BNI ke Sektor Business Banking menjadi yang utama dengan komposisi 78,3 persen dari total kredit atau sebesar Rp329,75 triliun, tumbuh 13,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 seniIai Rp289,47 trmun. Pada sektor Business Banking ini, kredit BNI disalurkan ke segmen Korporasi (sebesar 23,6 persen dari total kredit), kredit BUMN (19,4persen), Ialu ke segmen Menengah (16,1 persen), dan segmen Kecil (12,8 persen),” ungkap Herry.

Fokus pada pembiayaan proyek infrastruktur dan BUMN,  pembiayaan sektor berisiko rendah seperti pertanian dan perkebunan dan tidak meiakukan ekspansi ke sektor yang berisiko cukup tinggi karena faktor eksternal, seperti pertambangan, adalah strategi untuk meningkatkan penyaluran kredit ke Segmen Korporasi.

Ditemui di tempat yang sama  Rico Budidarmo Direktur keuangan dan resiko kredit BNI, mengatakan untuk mengoptimalkan penyaluran kredit ke segmen menengah BNI mempunyai strategi yaitu mengoptimalkan debitur-debitur segmen menengah yang merupakan supply chain financing debitur korporasi, dan meningkatkan kualitas monitoring pembiayaan kredit segmen menengah melalui pemberian kewenangan pimpinan wilayah.

“Disamping kredit ke Sektor Business Banking, BNI juga mengucurkan pembiayaan ke Sektor Bisnis Konsumer yang teralokasikan sebesar 16,3 persen dari total kredit atau sebesar Rp 68,53 triiiun, tumbuh 9,2 persen diatas realisasi periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 62,73 triliun. Kredit ke Sektor Consumer Banking terutama mengalir untuk Kredit Kepemiiikan Rumah (BNI Griya), Kartu Kredit, dan Fleksi,” ungkapnya. (Red)

Credit Photo: Atti Kurnia/telegraf.co.id


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit
strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit

Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi

Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?