Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Perselisihan Organisasi Kopi Meruncing
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Perselisihan Organisasi Kopi Meruncing

Atti K. Selasa, 18 Oktober 2016 | 17:00 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Perselisihan antara dua organisasi pelaku usaha perkopian, yakni Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) dan Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) bertambah runcing dan genting. Perselisihan tersinyalir adanya pengambil-alihan secara paksa gedung AEKI di bilangan Cikini Menteng Jakarta Pusat. “Dia paksa gedung AEKI diganti namanya (menjadi) Gedung Kopi. Karena dia mau berkantor di situ. Namanya nggak naik (populer),” kata sumber Redaksi tanpa mau menyebutkan namanya (18/10).

Dualisme organisasi tersebut berlanjut, kisruh bukan lagi perpecahan tapi sudah sampai pengadilan. Kilas balik sebelum kisruh, pelaku ekspor kopi dulunya bernaung di satu wadah, yaitu Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI). Namun pada Rapat Umum Anggota (RUA) RUA ke-8 lima tahun silam, sejumlah anggota hengkang. Kelompok yang dimotori AEKI Jawa Timur ini kecewa terhadap kinerja pengurus pusat. Akhirnya mereka membentuk Gabungan AEKI (GAEKI). “(rencana pengambil-alihan gedung AEKI) karena dia itu kan BPD (Badan Pengurus Daerah) AEKI Jatim (Jawa Timur) yang memisahkan diri.”

Sumber tersebut menyebut ‘dia’ notabene adalah ketua GAEKI yakni Moenardji Soedargo (MS). Kisruh dan upaya pengambil-alihan gedung, menurut sumber BN, tidak lepas dari status hibah. Karena figure MS adalah pengusaha generasi kedua dari orang tuanya yang sudah lebih dulu merintis bisnis kopi. “Papanya (MS) merasa sebagai pemilik yayasan. Pada waktu itu, ada pengurus yang sudah almarhum dan menjadi ketua umum AEKI. Almarhum menghibahkan gedung tersebut kepada Yayasan. Tapi dia (MS) merasa berkuasa.”

Dari status hibah, gedung tersebut sekarang masih ditempati para pengurus AEKI. Tetapi karena kisruh dan rencana pengambil-alihan semakin menohok, para pengurus AEKI mulai naik “Kami bawa (kisruh) ke pengadilan, karena oknum tersebut juga sudah melakukan penghinaan. Kami bawa ke meja hijau.”
Sumber Redaksi juga menuding bahwa MS terus gencar menyosialisasikan “kematian” AEKI. Sehingga kepengurusan AEKI diharapkan tergerus. Sehingga keterlibatan AEKI sebelumnya pada ICO (International Coffee Organization) semakin tergerus. “Posisi kami pada ICO diganti oleh (pengurus) GAEKI. Itu juga atas usul oknum kementerian perdagangan, GB. Mungkin ada gratifikasi GAEKI terhadap pejabat yang dulunya staf ahli mantan menteri perdagangan.”

Insiden lain belakangan ini yakni “tabrakan” pengurus GAEKI dan AEKI pada event ICD (International Coffee Day) di Gedung Kementerian Luar Negeri beberapa hari yang lalu. Selain hadir Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, juga beberapa perwakilan negara sahabat. “Akhirnya kami head to head dengan pengurus AEKI, terutama ketuanya itu. Kalau dia tidak ada GAEKI, keluarganya tidak akan terpilih (jadi pengurus). Orang tuanya (pendiri Aneka Coffee Industry) sempat jadi ketua umum AEKI menggantikan pak Agum yang meninggal. Kalau pemilihan pada saat itu fair, orang tua dan keturunan (pemilik PT Aneka Coffee Industry) tidak akan terpilih. Sekarang, dia mau dengan cara pengambil-alihan gedung AEKI.”

Di sisi lain, ada “kendaraan” untuk mendongkrak GAEKI yakni program SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia). Program tersebut prinsipnya berupa kerjasama dengan Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Pagar Alam menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Utama Nasional Kurikulum Kopi Robusta. Pelatihan Pelatih Utama (Master Trainer) Nasional Kurikulum dan Manual Pelatihan Budi Daya Berkelanjutan dan Pasca Panen Kopi Robusta di selenggarakan di beberapa daerah.

Kendatipun demikian, Kelompok Tani Kopi (KTK) Hujan Mas, Bulu Temanggung Jawa Tengah sempat menilai bahwa program tersebut hanya akal-akalan negara donor seperti Belanda, Finlandia, dan lain sebagainya. Nggak semuanya. “Scopi itu hanya program SOP (standard operating procedure). Itu program biasa untuk petani, industri kopi. Sebaliknya executive directornya dulu menyalah-gunakan dana AKSI (Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia). Karena dia salah, dia cari ‘kendaraan’ baru yakni Scopi. Semua kegiatan AKSI dialihkan pada Scopi. Dia (executive director Scopi) juga nggak mengerti bagaimana industri kopi dari jenjag petani, pedagang, pengumpul sampai industri pengolahan serta eksportir.”

Sementara itu, Redaksi yang sudah mencoba hubungi MS memalui email, WhatsApp, dan telepon, tidak berhasil. Email yang dikirim Redaksi sekitar tiga bulan lalu juga tidak direspons. Selain Surat Permohonan Wawancara, Redaksi juga melampirkan daftar pertanyaan. Email kedua dan ketiga tertanggal 17/10 baru dijawab. “Maaf untuk sementara ini karena kesibukan saya diluar, saya belum bisa menanggapi email email Sdr. Akan saya hubungi kembali di lain kesempatan yang tepat,” kata MS melalui email. (S.Liu)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026.
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?