Pengendalian Inflasi 2017 BI Gelar High Level Meeting

“Untuk mewujudkan itu kebijakan reformasi perlu didukung untuk mewujudkan aspek pemerataan yang akan menciptakan keuangan negara yang lebih sehat dengan menyepakati 6 langkah strategis untuk menjaga infasi 2017 di kisaran 4±1%,”

Pengendalian Inflasi 2017 BI Gelar High Level Meeting


Telegraf, Jakarta – Upaya pengendalian inflasi sesuai dengan target, Pemerintah beserta BI mengadakan  pertemuan tingkat tinggi (High Level Meeting) koordinasi pengendalian inflasi TPI dan Pokjanas TPID, bersama Mentrian Perekonmian,  Menetri Perhubungan, Menteri Keuangan, Direktur Utama Bulog dan pejabat dari perwakilan kementrian terkait.

Pertemuan yang membahas inlfasi Indek Harga Konsumen (IHK) tahun 2016 lalu yang terkendali dan berada pada kisaran yang klasik yaitu 4±1%, pencapaian itu tidak lepas dari dukungan koordinasi yang baik antara Bank Indonesia (BI), pemerintah dan pemerintah daerah, baik pusat maupun daerah. Hal itu disampaikan Oleh Gubernur BI Agus Martowardojo usai melakukan rapat koordinasi di kantornya Jl, MH Thamrin Jakarta Pusat.

Agus menjelaskan untuk pengendalian inflasi 2017 berbagai tantangan akan dihadapi baik external maupun domestik, yang perlu diwaspadai dan di metigasi sejak dini dalam tantangan 2017 menurutnya adalah naiknya harga komoditas global, kelanjutan kebijakan reformasi subsidi energi yang lebih tepat sasaran yaitu berupa penyesuaian harga untuk pelanggan listrik 900 Volt Ampere (VA), dan penyesuaian harga jual bahan bakarnya sesuai dengan harga minyak dunia.

Banyaknya tantangan itu Agus tetap optimis untuk menciptakan keuangan negara yang lebih sehat sesuai dengan kebijakan reformasi “Untuk mewujudkan itu kebijakan reformasi perlu didukung untuk mewujudkan aspek pemerataan yang akan menciptakan keuangan negara yang lebih sehat dengan menyepakati 6 langkah strategis untuk menjaga infasi 2017 di kisaran 4±1%,” tegasnya.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19 Tak Halangi Pertumbuhan Kredit dan Laba BTN Pada Kuartal II 2021

Untuk menjaga Inflasi per tahun dikisaran 4-5 % langkah yang perlu dilakuakan menurut mantan Menteri Keuangan ini adalah penguatan infrastruktur logistic pangan di daearah-daerah khususnya pergudangan untuk menjaga stock komoditas, membangun system lalu lintas barang khususnya barang komoditas makanan.

Lanjut Agus pengunaan instrument dan intensif fiscal untuk mendorong stabilitas harga, mendorong disertivikasi pola konsumsi pangan khususnya cabe dan bawang merah segar dengan mendorong inovasi dalam bentuk produk pangan olahan, penguatan kerjasama antara daerah dan memperbaiki konektifitas dengan mempercepat infrastruktur seaarta memperbaiki pola tahan pangan. (Red)

Photo credit : Antara/Wahyu Putranto


 

Atti Kurnia

close