Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Penampilan NDPT di Indonesia Bersinergi dengan Event Lain
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Penampilan NDPT di Indonesia Bersinergi dengan Event Lain

Atti K. Rabu, 9 November 2016 | 09:42 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Politisi Tionghoa Indonesia Nurdin Purnomo (Yuan Adriles/Telegraf)
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Co-organizer Grup gimnastik National Danish Performance Team (NDPT) melihat penerapan diplomasi ekonomi (commercial diplomacy) pada setiap penampilan di berbagai kota besar di Indonesia. Penampilan NDPT (Nov 28 – Dec 18. 2016) juga bisa bersinergi dengan event lain termasuk World Disability Day (3/12), HUT ke-13 ASEAN China Strategic Partnership (25/11). “Event tersebut bisa meningkatkan nation branding Indonesia. NDPT juga melakukan hal yang sama. Banyak perusahaan Denmark sponsori NDPT,” Nurdin Purnomo sebagai Co-organizer NDPT mengatakan kepada Telegraf.

Event NDPT serupa tapi tak sama dengan apa yang pernah diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Hubungan antara pemerintah negara lain pernah dibuka melalui pengenalan Batik Indonesia. Bahkan duta besar keliling RI untuk tugas khusus, FX Lopes da Cruz menerapkan prinsip people to people contact untuk penuntasan isu Timor Timur. “Kami sebagai organizer support kirim tour leader juga. Mereka pergi, bawa 200 orang ke berbagai negara. Hasilnya bagus. Indonesia secara politik luar negeri dan pembangunan ekonomi, ada hasilnya.”

Perusahaan Setia Tour (sebagai co-organizer NDPT) juga pernah diminta untuk tangani kegiatan Duta Besar Keliling tersebut. Setia Tour menyinergikan NDPT dengan peserta World Disability Day (3/12) di Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta. “Wisata kota tua juga bisa kecipratan. Banyak peserta (NDPT), menurut Duta Besar Denmark untuk Indonesia antusias berkunjung ke kota tua.”

Pengalaman sebelumnya, riuh penonton selalu terdengar ketika menyaksikan penampilan NDPT. Bahkan ketika tampil di kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, co-organizer bekerjasama dengan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Sesaat setelah NDPT muncul sambil memegang bendera Indonesia dan Denmark, sambutan ratusan siswa/i menggema. Selain itu, keterlibatan komunitas olahraga rekreasi seperti Liong dan Barongsai, cheerleaders juga berhasil. Bahkan club seperti Ikatan Motor Indonesia, Indonesia Off-Road Federation (IOF) juga tampil bareng dengan NDPT. “Pemerintah Denmark tidak biayai semuanya, tapi sebagian saja. Setiap peserta bayar 6.000 Euro. Karena mereka juga keliling dunia, bukan hanya Indonesia tapi juga Australia dan lain sebagainya. Pemerintah Denmark dukung karena bisa sebagai ajang promosi perusahaan multinational. Di Indonesia, ada juga beberapa perusahaan Denmark bercokol.”

NDPT rencananya akan mengunjungi Musium Asia Afrika di Bandung, Candi Borobudur (Jawa Tengah), klenteng Sam Poo Kong (Semarang) dan lain sebagainya. Co-organizer juga akan menampilkan Tim NDPT di Gunung Merapi. “Karena ada anggota Indonesia Off-Road Federation (IOF) yang mau jelajahi kawasan Gunung Merapi. Jumlahnya dari luar kota, sekitar 50 mobil dan 200 peserta. Berarti satu mobil diisi oleh 3 – 4 orang. Kebetulan saya juga ikut rally di Tiongkok. Mungkin semua event bisa bersinergi. Selain rally, ada juga kegiatan yang bekerjasama dengan kalangan akademisi. Ada juga workshop buat yang tertarik dengan olahraga gymnastic.”

Di tempat berbeda, Projct Director Bintan Festival Kepulauan Riau (Kepri) Jourena Juliet menilai event bisa komplementer dengan kegiatan wisata bahari dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Anak-anak laut dan masyarakat asli Bintan hidup bertahun-tahun di atas perahu. Baru belakangan ini, mereka mau mendarat di Kepri, khususnya Bintan. “80 persen wilayah Bintan adalah perairan. Nelayan dan anak laut tidak bisa dipisahkan. Mereka dulunya nggak sekolah. Tetapi semakin lama, mereka mau berinteraksi dengan luar (masyarakat di daratan). Mereka masih agak kaku (berinteraksi). Kebetulan ada Bintan Festival, kami mau libatkan mereka. Minimal mereka mau nonton konser penyanyi dari Jakarta dan luar negeri,” kata Jourena Juliet kepada Telegraf.

Bahkan beberapa anak laut Kepri sudah ikut-ikutan gabung pada kelompok Sahabat Noah (group music asal Jakarta). Karena Noah akan tampil pada Soundscape & Moonrun pada awal Desember mendatang. Beberapa nelayan di Bintan yang selama ini tinggal di perkampungan antusias untuk nonton konser tersebut. Interaksi anak laut pada daratan sebelumnya juga sudah direspons oleh salah satu yayasan social. “Mereka (pengurus Yayasan) bantu ngajar anak-anak laut, terutama bahasa Inggris. Karena kalau Bintan terus berkembang menjadi objek wisata internasional, mereka akan semakin diberdayakan. Nelayan juga bisa berinteraksi, salah satunya dengan event seperti Bintan Festival ini.”

Panitia festival bekerjasama dengan hotel Stareast Group. Beberapa anak laut dan nelayan sempat mencari informasi penjualan tiket Soundscape. Sistem penjualan dengan online, sementara kelompok nelayan dan anak laut tidak memiliki akses internet. Sehingga ada cerita lucu dari pengalaman antusias nelayan untuk nonton Noah. “Mereka bilang dengan pihak hotel, mereka mau beli (tiket konser Noah) yang ada kertasnya (tiket offline). Saya dikontak oleh pihak hotel Stareast (mengenai keinginan beli tike ‘kertas’ offline).” (S.Liu)

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026.
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?