Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pemkab Dogiyai Baru Andalkan Dua Wilayah Adat Pengolahan Kopi Papua
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Pemkab Dogiyai Baru Andalkan Dua Wilayah Adat Pengolahan Kopi Papua

Atti K. Selasa, 18 Oktober 2016 | 04:48 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit: Seorang pekerja menunjukkan biji kopi arabika mentah siap diolah di pabrik Kopi Aroma, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/2). Kementerian Perindustrian menargetkan untuk menaikkan konsumsi kopi di Indonesia periode 2014-2015 menjadi 1,3 Kg/kapita pertahun yang sebelumnya hanya 1,1 kg/kapita pertahun padahal Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke tiga dunia. ANTARA/Novrian Arbi
Bagikan

Telegraf, Jakarta  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, Papua baru mengolah dua wilayah adat yakni Meepago dan Lapago untuk perkebunan kopi. Pemkab mengandalkan 79 kelompok petani dari setiap desa yang baru dua tahun belakangan ini intens mengolah kebun kopi jenis arabica. Masing-masing kelompok punya kebun dengan luas rata-rata 1,5 hektar khususnya jenis kopi Arabica.

“Dogiyai sangat potensial untuk komoditas unggulan kopi, selain buah merah. Tapi pengolahan masih sangat tradisional, sehingga kualitas kopi belum stabil.Kami juga butuh hibah dari pemerintah pusat agar pengolahan kopi kami bisa setara dengan kopi asal Toraja, Flores atau Bajawa dan lain sebagainya,” Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kab. Dogiyai, Andrias Gobai mengatakan kepada Telegraf.

Pemkab. Dogiyai juga akan mendorong program hilirisasi kopi, yakni dari kebun sampai pada gelas (cangkir). Sehingga berbagai program dan aktivitas seperti auction (lelang), TOT (training of trainers), penyuluhan dan lain sebagainya didorong secara intens. “Program kerjasama yang ada baru Scopi (sustainable coffee platform Indonesia). Kami butuh biaya besar tidak hanya peralatan tapi juga modal. Karena akses kami sangat jauh, sampai harus melewati pegunungan.”

Salah satu kopi Dogiyai yang dipamerkan pada ajang TEI (Trade Expo Indonesia) 2016 yakni kemasan Mamo. Terbuat dari kopi pilihan terbaik Papua, Mamo dijual dengan harga Rp 40 – 50 ribu per kemasan 200 gram. Mamo coffee terbuat dari biji kopi special pilihan dari tanaman oldbryd Arabica yang tumbuh di dataran tinggi pegunungan Mapiha, Papua. Proses pengolahan dalam kurun waktu yang tepat dengan sangat spesifik. Sehingga aroma dan rasa kopi sungguhan, dengan tingkat keasaman yang pas.

“Kopi kami berada pada ketinggian di atas rata-rata (kondisi geografis) Flores, Toraja. Sehingga kami dapat biji kopi terbaik. Seluruh (daerah di) Indonesia tidak bisa menang dari kopi Arabica pada ketinggian Papua. Kami tidak punya robusta. Dengan promosi, kopi Papua nantinya bisa setara dengan (kopi) dari daerah lain seluruh nusantara.” (S. Liu)

Photo credit : Antara/Novrian Arbi


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026.
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?