PCC Yang Beredar Di Kendari dari Farmasi Yang Sudah Dilarang Produksi

yang mengakibatkan rekan sejawat kami di bawa ke kantor polisi untuk di periksa lebih lanjut”

PCC Yang Beredar Di Kendari dari Farmasi Yang Sudah Dilarang Produksi


Telegraf, Jakarat – Maraknya penyalahgunaan obat obat yang tanpa mengunakan resep dokter, yang akhirnya mengakibatkan kematian akhir akhir ini membuat masyarakah resah, banyaknya obat obatan yang membahayakan beredar bebas.

Ketua pengurus pusar Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Nurul Falah mengatakan Paracetamol-Caffein-Carisoprodol (PCC) yang beredar di Kendari yang memakan korban jiwa dengan 76 anak masuk Rumah Sakit (RS), merupakan bukan PCC yang murni dengan kandungan obat sesuai standar, melainkan sudah di campur dengan Tramadol.

Percampuran PCC dengan Tramadol Falah mengatakan akan berefek, merasakan sakit perut, kepanasan dan pingsan dan lain lain. Sementara yang beredar di Kendari itu PCC yang sudah dicampur dengan tramodal adalah produk dari farmasi yang sudah di larang untuk memproduksi karena farmasi tersebut memroduski obat dengan kadar/ kandungan obatnya tidak konsisten (ketiggian dosisnya).

Tak hanya anak anak yang menjadi koraban pengedaran PCC yang melebihi kadarnya, juga menyeret apoteker yang di dalam apotiknya menjual tramadol, ”yang mengakibatkan rekan sejawat kami di bawa ke kantor polisi untuk di periksa lebih lanjut,” ungkap Falah saat presconfrance di kantornya, Jakarta Barat, Selasa (25/9/2017).

Falah menghimmbau kepada seluruh masyarakat Indonesia harus waspada terhadap seluruh masayarakat yang memberikan obat obatan ataukan makanan, untuk pengunaan obat obatan falah juga menghimbau kepada seluruh masyarakat harus memperhatikan DAGUSIBU.

Baca Juga :   Mendagri Instruksikan Pengenaan PPKM di Jawa- Bali

DAGUSIBU adalah dapatkan obat di tempat yang legal, gunakan obat sesuai dengan indikasi medis yang di tetapkan dokter, simpan obat sesuai dengan suhu yang di haruskan sesuai dengan sifat kimiawi, fisika obat itu, kemudian buang atau musnahkan obat dengan bijaksana supaya tidak disalahgunakan oleh orang lain.

Falah juga menghimbau kepada seluruh apoteker di wilayahnya untuk melakukan Praktek Kefarmasian yang bertanggungjawab, yakni harus hadir di apotek selama jam praktek dan melaksanakan cara distribusi obat yang baik bagi yang bekeria di distribusi, dan diharapkan menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Apoteker Perangi Obat Ilegal di wilayah masing-masing. (red)

Credit photo: Atti Kurnia/Telegraf.co.id


 

Atti Kurnia

close