Pasar Klewer Resmi Beroperasi Di Hari Kartini

"Tidak boleh kalah dengan mall mall besar, pasar klewer harus jadi pasar tradisional yang modern, aman buat pembeli, tidak ada yang kecopetan."

Pasar Klewer Resmi Beroperasi Di Hari Kartini


Telegraf, Solo – Setelah mengalami musibah kebakaran pada Desember 2014 Pasar Klewer, Solo, kembali beroprasi setelah di resmikan oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Iriana Jokowi, Presiden berharap pasar klewer yang merupakan icon kota solo ini tidak kalah dengan mall mall yang sudah ada.

“Tidak boleh kalah dengan mall mall besar, pasar klewer harus jadi pasar tradisional yang modern, aman buat pembeli, tidak ada yang kecopetan,” ujar Jokowi, Jumat, (21/4/17).

Selain Presiden dan ibu hadir pula istri wapres Jusuf Kalla, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, mentri BUMN Rini Soemarno Mentri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Walikota Solo FX hadi rudyatmo.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pasar yang berdiri sejak 1971 itu kembali berfungsi menjadi jantung perkonomian kota Solo dan Jawa Tengah.

“Pasar Klewer ini ibarat jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh,” kias Enggar saat peresmian Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah. Selain itu, hari peresmian yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini menandai momentum ‘habis gelap terbitlah terang’ di mana menjadi saat yang disyukuri pedagang dan masyarakat setelah melewati masa-masa sulit pasca kebakaran.

Bangunan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp315,6 miliar ini, memiliki 4 lantai (basement, semi basement, lantai 1, dan lantai 2) mencakup 1700 kios yang bisa menampung 1000 pedagang di luar kios. Pasar klewer adalah urat nadi kota solo, selain pasar tempat ini juga menjadi tujuan wisata baik wisatawan asing maupun lokal.

Enggar mengatakan pasar klewer harus menjadi pasar yang dapat dicontoh bagi pasar-pasar lainnya di Indonesia. Seperti amanat Presiden Jokowi yang disampaikan saat peresmian, Pasar Klewer tidak boleh kalah dengan mal-mal besar. “Pasar Klewer harus jadi pasar tradisional yang modern, nyaman, dan aman bagi pedagang dan pembeli. Keramahan pedagang dan kualitas produk harus tetap terjaga. Selain itu ciri khas Pasar Klewer sebagai pasar rakyat dengan tradisi tawar-menawar juga tidak boleh hilang,” ujar Enggar.

Baca Juga :   Proyeksi Suku Bunga Acuan Hari Ini, Tetap di Kisaran 3,5 Persen

Pasar ini juga akan dikelola secara modern, antara lain dengan pembagian kartu E-retribusi, kartu BPJS Ketenagakerjaan, dan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Menurut Enggar, kartu E-retribusi merefleksikan niat menegakkan transparansi dalam pengelolaan pasar ini. Pedagang bisa mengetahui berapa yang sudah dibayarkan dan kapan pembayarannya.

Dengan demikian pengelola pasar juga dituntut untuk transparan mengenai apa saja pelayanan dan bagaimana kualitas layanan yang diberikan. “Tidak ada lagi pasar yang retribusinya jalan terus tapi kotor dan tidak nyaman. Transparansi menuntut kedua belah pihak untuk mematuhi peraturan yang berlaku,” ujar Enggar.

Menurut Enggar, kepemilikan NPWP dan BPJS ini adalah tanda bahwa Pasar Klewer siap menjadi pasar modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal. “Ke depan, NPWP dan BPJS Ketenagakerjaan akan menjadi standar layanan pemerintah kepada pedagang di pasar-pasar rakyat,” tutupnya. (Red)

Credit Foto: Suharno/Tribunsolo


 

Atti Kurnia

close