Jakarta, Telegraf – Pemerintah kabupaten Pandeglang, Banten memberi banyak opsi untuk meningkatkan akses, kemudahan koneksi antara Jakarta – Tanjung Lesung beach resort. Tiga opsi tersebut yakni realisasi pembangunan jalan tol Serang – Panimbang (83,9 km), bandara Banten Selatan, jalan double track, dan lain sebagainya. “Kami mau Pandeglang lebih maju lagi, terutama industri pariwisata. Program pemerintah pusat untuk kemajuan Pandeglang sangat menentukan,” bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan kepada Telegraf.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung diharapkan mendorong kegiatan wisata bahari. Kawasan pesisir menyatu dengan berbagai cluster resor Tanjung Lesung. Misalkan blue fish hotel, vila, sailing club terbentang di tengah hamparan pasir putih bersih dan landai. Tanjung Lesung juga hanya selemparan batu dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Selain itu, ada juga taman nasional bawah laut dengan keragaman biotanya. Bahkan gunung anak Krakatau bukan hanya sebagai objek wisata tetapi juga riset, dan kegiatan akademik. KEK parallel dengan pintu masuk ke TNUK, habitat badak bercula satu yang semakin langka di dunia. “Banyak yang bisa kami jual, dan tidak ada di Bali, Bandung. Wisatawan mancanegara, nusantara punya banyak pilihan. Tetapi kalau wisata pantai, Tanjung Lesung yang paling tepat untuk refreshing. Kami akan desain suasana masyarakat perkampungan khas Pandeglang serta kulinernya.”
Di tempat yang sama, salah satu investor Sigit Purnomo yakin bahwa jalan tol Serang – Panimbang sebagai penentu pengembangan wisata Tanjung Lesung ke depan. Selain itu, nilai investasi termasuk land bank akan meningkat kalau jalan tol sudah selesai dibangun. “Jalan tol pasti menentukan. Harga tanah di jalan komplek saja, bukan jalan protocol sudah sempat naik enam kali lipat. Harga tanah (jalan di komplek) dari Rp 500.000 menjadi Rp 3 juta per meter persegi,” Sigit mengatakan kepada Telegraf.
Perhitungan tersebut bukannya berlebihan mengingat psikologi pelayanan pariwisata. Wisatawan terutama dari Jakarta dan beberapa kota besar pasti pergi berekreasi untuk menghilangkan rasa sumpek, sesak. “Orang haus akan wisata. Orang Jakarta sudah sumpek, ditambah lagi macet (perjalanan wisata), pasti pasti semakin tidak nyaman. Minta ampun. Tahun 2019, (proyek jalan tol) dijanjikan selesai. Harga tanah naik, investor bertambah,” kata Sigit yang juga Direktur ARA Group Jakarta
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kab. Pandeglang optimis dengan penyelesaian proyek jalan tol. Rencana pembangunan jalan tol tersebut juga tidak akan terpengaruh oleh gonjang ganjing perpolitikan dalam negeri, terutama jelang Pilkada 2017. “(Proyek jalan tol) sudah masuk perencanaan nasional, pemerintah pusat. kalau ada pergantian pimpinan (Gubernur Banten), proyek jalan tol tetap berlanjut,” Kadis Perhubungan Pandeglang Yahya Gunawan mengatakan kepada Telegraf.
Sebagaimana kader PDIP dan juga incumbent Gubernur Banten, Rano Karno harus bertarung dengan pasangan lain untuk jabatan gubernur mendatang (2017 – 2022). Rano Karno dianggap lemah kemampuan pada komunikasi politik. “Siapapun gubernurnya setelah Pilkada 2017, proyek jalan tol merupakan perintah langsung Presiden Jokowi (Joko Widodo). Proyek ini juga janji Presiden Jokowi sebelum dan setelah beliau terpilih menjadi presiden.” (S.Liu)