Pameran SFHH Jeddah 2017 Dongkrak Ekspor Non Migas

Pameran SFHH Jeddah 2017 Dongkrak Ekspor Non Migas

“Catatan perolehan PT Sasa Inti ini sangat menarik. Prestasi ini diraih di tengah isu perlambatan ekonomi dunia. Ini juga merupakan ajang pertama bagi PT Sasa Inti yang mencoba memasuki pasar Arab Saudi”

Pameran SFHH Jeddah 2017 Dongkrak Ekspor Non Migas


Telegraf, Jeddah – Pameran Saudi Food Hotel and Hospitality (SFHH)2017 di Jeddah International Exhibition and Convention Center, Jeddah, Arab Saudi, yang membukukan transaksi sebesar USD 4,12 juta atau lebih dari Rp 55 miliar, pameran ini mendongkrak kinerja ekspor Indonesia, pameran akan berlangsung pada 23-26 April 2017.

Konsul Jenderal RI Jeddah, M Hery Saripudin menjelaskan perusahaan Indonesia yang memperoleh nilai transaksi tertinggi pada SFHH 2017 yaitu PT Sasa Inti dengan nilai transaksi USD 1,5 juta. Perusahaan lainnya adalah CV Laksana Industri yang mendapatkan transaksi USD 1,2 juta, dengan kontrak terbesar dari bumbu rendang senilai lebih dari USD 696 ribu. Kemudian PT Surabraja Distrindo Utama dengan nilai kontrak sebesar USD 949 ribu.

“Catatan perolehan PT Sasa Inti ini sangat menarik. Prestasi ini diraih di tengah isu perlambatan ekonomi dunia. Ini juga merupakan ajang pertama bagi PT Sasa Inti yang mencoba memasuki pasar Arab Saudi,” terang Hery

Untuk terus mendongkrak kinerja ekspor ini, lanjut Hery berbagai program dan inovasi terus digalakkan oleh Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah, salah satunya yaitu partisipasi pada pameran SFHH 2017.

Kinerja ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi menunjukkan hasil yang positif dan menggembirakan. Berdasarkan data statistik perdagangan yang diolah Kementerian Perdagangan, sampai dengan Februari 2017 nilainya lebih dari USD 230,8 juta atau meningkat 11,94% dari tahun 2016 pada periode yang sama yaitu USD 206,2 juta.

Pada perhelatan kali ini, Indonesia menyewa 4 stan yang diikuti oleh 8 perusahaan. Adapun kedelapan perusahaan tersebut yaitu Packaging House (industri kemasan), Kopi Kamu (kopi), CV Abdita (gaharu), PT Surabraja Distrindo Utama (minuman sari kurma, rempah-rempah, gula merah), PT Monde Mahkota Biskuit (biskuit), PT Sasa Inti (bumbu masak non-MSG dan MSG), CV Laksana Industri (produk teh, kopi, coklat, rempah-rempah dan bumbu rendang), dan perwakilan dari pengusaha binaan BNP2TKI dengan aneka keripik dari buah-buahan besutan TKI yang telah pulang ke tanah air.

Pameran SFHH 2017 ini juga dimanfaatkan Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah untuk menyosialisasikan Trade Expo Indonesia (TEI) ke 32 yang akan digelar pada 11-15 Oktober 2017 di Jakarta. Selain itu Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah, termasuk ITPC Jeddah juga menyosialisasikan investasi dan tujuan destinasi pariwisata Indonesia kepada masyarakat lokal Arab Saudi.

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

Selain keikutsertaan SFHH 2017, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah juga menyelenggarakan B to B Meeting pasca pelaksanaan pameran untuk memantapkan dan
menjaring buyer potensial. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk gala dinner di Red Sea Hotel Balad, Jeddah, yang berlangsung sehari setelah penutupan pameran.

Arab Saudi merupakan mitra Indonesia urutan ke-9 sebagai tujuan ekspor makanan olahan setelah Amerika Serikat, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan Tiongkok. “Pertumbuhan ekspor makanan olahan Indonesia ke Arab Saudi menunjukkan hasil yang mengembirakan dimana tren nilai ekspor dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan,” tandas Gunawan.

Pada tahun 2011, ekspor produk makanan olahan Indonesia ke Arab Saudi mencapai lebih dari USD 120 juta, tahun 2012 meningkat menjadi lebih dari USD 142,4 juta. Selanjutnya tahun 2013 mencapai USD 142,6 juta, tahun 2014 mencapai USD 153 juta, dan tahun 2015 mencapai USD 159,6 juta. Namun pada akhir tahun 2016 mengalami sedikit penurunan di angka USD 152,8 juta.

Negara yang menjadi pesaing Indonesia untuk produk makanan olahan di Arab Saudi di antaranya adalah Turki, Tiongkok, Malaysia, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Thailand, Brasil, dan Italia. Negara-negara di benua Afrika seperti Mesir, Somalia, dan Afrika Selatan juga sudah mulai mencoba penetrasi pasar Arab Saudi. “Hal ini terlihat dari partisipasi negara-negara benua Afrika pada ajang pameran SFHH 2017 ini, padahal tahun sebelumnya negara tersebut belum berpartisipasi pameran ini,” pungkas Gunawan. (Red)

Credit foto:  HUN


Atti Kurnia

close