Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Otak Kudeta di Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, Siapakah Dia?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Otak Kudeta di Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, Siapakah Dia?

Didik Fitrianto Kamis, 4 Februari 2021 | 08:29 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Dalam foto ini diambil pada tanggal 2 Desember 2015, Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (kiri) dan pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi (kanan) berjabat tangan setelah pertemuan mereka di Naypyidaw. - Militer Myanmar telah menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta, pada 1 Februari 2021. AP Photo/Phyo Hein Kyaw
Photo Credit: Dalam foto ini diambil pada tanggal 2 Desember 2015, Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (kiri) dan pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi (kanan) berjabat tangan setelah pertemuan mereka di Naypyidaw. - Militer Myanmar telah menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta, pada 1 Februari 2021. AP Photo/Phyo Hein Kyaw
Bagikan

Telegraf – Militer telah menahan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan tokoh senior lainnya dari partai yang berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam penggerebekan dini hari. Kini negara tersebut kembali dalam cengkeraman militer kali ini di bawah pimpinan jenderal senior Min Aung Hlaing.

Kudeta yang dilakukan oleh militer terjadi setelah beberapa hari ada ketegangan yang meningkat antara pemerintah sipil dan militer setelah pemilihan umum yang menurut pihak militer dipenuhi oleh kecurangan.

Panglima Militer Myanmar jenderal senior Min Aung Hlaing pada Rabu (27/01/2021) mengatakan kepada personel militer bahwa konstitusi negara itu harus dicabut jika tidak dipatuhi mengutip contoh sebelumnya ketika piagam telah dihapuskan di Myanmar.

Komisi Pemilu Myanmar pada Kamis (28/01/2021) menolak tuduhan kecurangan suara oleh militer dengan mengatakan tidak ada kesalahan yang cukup besar untuk mempengaruhi kredibilitas pemungutan suara.

tuduhan militer yang berulang kali atas ketidakberesan dalam pemilu di mana NLD memenangkan 83% kursi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan konfrontasi paling langsung antara pemerintah sipil dengan militer yang telah mempertahankan perjanjian pembagian kekuasaan yang dipandang kurang ideal.

Adalah jenderal senior Min Aung Hlaing lahir pada 3 Juli 1956 dan telah bertugas di militer sejak tahun 1974. Ia diangkat menjadi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Myanmar pada tahun 2011. Di bawah kepemimpinannya militer Myanmar menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia. Min Aung Hlaing dikenal karena memimpin serangan terhadap tentara aliansi demokratik kebangsaan Myanmar di Kokang pada 2009.

Ia juga anggota Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (NDSC) yang diketuai oleh Presiden Myanmar. Ia sebelumnya adalah Kepala Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Myanmar dipromosikan menjadi Jenderal bintang empat pada awal 2011 dan Jenderal bintang lima pada Maret 2013.

Pada November 2011 Min Aung Hlaing melakukan pertemuan dengan pejabat militer China dan terlibat dalam menciptakan perjanjian bilateral tentang kerja sama pertahanan dengan China. Ia juga mengadakan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping mengenai kerjasama sehubungan dengan konflik Kachin.

Pada 5 November 2020 Tatmadaw atau angkatan bersenjata Myanmar menyatakan pangkat jenderal senior Min Aung Hlaing adalah setara dengan Wakil Presiden Myanmar.


Photo Credit: Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing dan pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi Aung San Suu Kyi berjabat tangan setelah pertemuan mereka di kantor panglima tertinggi di Naypyidaw, Myanmar, pada Desember 2015. AFP PHOTO


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit
strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit

Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi

Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?