Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Pesantren dan Sekolah, Dukung Kemandirian Ekonomi Umat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Pesantren dan Sekolah, Dukung Kemandirian Ekonomi Umat

Atti K. Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:49 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit : OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Pesantren dan Sekolah, Dukung Kemandirian Ekonomi Umat/Doc/Ist
Bagikan

Telegraf – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas edukasi keuangan syariah ke berbagai lapisan masyarakat. Bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), OJK menggelar Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Senin (20/10).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional ini dihadiri lebih dari 2.000 santri dan 79 pelaku UMKM. Hadir pula Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, serta Ketua PBNU Bidang Ekonomi, Fahmy Akbar Idries, dan Pengasuh Ponpes APIAsri Tegalrejo, K.H. Achmad Izzudin.

Friderica menegaskan, pesantren memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi umat melalui literasi dan kewirausahaan berbasis syariah.

“OJK berkomitmen membangun kemandirian umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah. Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga motor penggerak ekonomi umat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keuangan syariah memiliki tiga karakter utama yang sejalan dengan tujuan pembangunan nasional: pemerataan ekonomi, stabilitas keuangan, dan inklusi keuangan. “Nilai-nilai tersebut menjadi dasar OJK dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah agar manfaatnya dirasakan seluruh umat,” kata Friderica.

“Saya berharap santriwan-santriwati menjadi pengusaha—baik yang laki-laki maupun perempuan. Semua bisa berkontribusi untuk mempercepat kemajuan bangsa,” ujarnya.

Kegiatan FEBIS dan SAKINAH mencakup edukasi keuangan syariah, workshop pengembangan usaha, serta business matching antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan syariah. Program ini merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama Business Catalyst (NUBIC) yang fokus pada edukasi, inkubasi, dan akselerasi UMKM syariah.

OJK menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan di lingkungan pesantren adalah langkah strategis untuk memperkuat ekonomi inklusif berbasis nilai keadilan, keberlanjutan, dan syariah.
Generasi Muda Mandiri Finansial: OJK dan LPS Mengajar di SMA Negeri 3 Yogyakarta

Masih di hari yang sama, Friderica melanjutkan agenda edukasi keuangan dalam program OJK dan LPS Mengajar di SMA Negeri 3 Yogyakarta, bersama Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu.

Dengan tema “Generasi Muda Mandiri Finansial, Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini diikuti sekitar 650 pelajar, guru, dan karyawan sekolah, serta menjadi bagian dari peringatan HUT ke-14 OJK.

Friderica menekankan pentingnya literasi keuangan di kalangan generasi muda yang kini hidup di era digital.

“Teknologi memudahkan hidup, tetapi juga membawa risiko. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk berhati-hati menjaga data pribadi dan menggunakan layanan keuangan digital secara bijak,” pesannya.
Ia menambahkan, tingkat literasi keuangan yang tinggi berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.

“Semakin baik pengelolaan keuangan, semakin besar peluang mencapai kehidupan yang sejahtera dan mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Anggito Abimanyu mengajak para siswa untuk menumbuhkan optimisme dan semangat juang.
“Kesuksesan berawal dari kemampuan memperbaiki diri, tetap optimis, dan menaklukkan diri sendiri sebelum memimpin orang lain,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, OJK memperkenalkan LMSKU (Learning Management System Edukasi Keuangan) serta program OJK PEDULI (Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia). Dua siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta juga dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan.

Melalui kegiatan di pesantren dan sekolah ini, OJK mempertegas komitmennya membangun masyarakat cakap finansial dari generasi muda hingga pelaku UMKM—sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026.
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?