Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca OJK Dorong Industri Asuransi Investasi di Infrastruktur
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

OJK Dorong Industri Asuransi Investasi di Infrastruktur

Atti Kurnia Jumat, 17 Maret 2017 | 08:45 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menggodok dan menyiapkann aturan dalam rangka mendorong kepada pihak industri asuransi dan dana pensiun untuk berperan dalam infestasi di sektor infrastruktur.

hal itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKBN) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani usai menyampaikan keynote speaker diskusi dengan tema peluang karier di industri asuransi dan obligasi infrastruktur di hotel Kempinski Jakarta, kamis 16/3/17.

“Sertifikasinya sedang kita siapkan tetapikan kita sudah dorong secara lisan kepada industri tapikan kita sedang siapkan aturannya dengan asosiasi insyaalah tahun ini sudah selesai,” Firdaus mengatakan.

Firdaus menerangkan untuk infestasi kita serahkan ke pihak mereka karena untuk menjadi anggota kosorsium mereka harus menghitung resiko dan mereka tidak mempunyai kemampuan untuk itu,tetapi kalau sudat berharga dan obligasikan sudah ada perusahan merating sehingga akan tau seberapa besar resikonya dan berapa gradenya, apakah A-, A, ataukan AA.

“Untuk menjadi anggota konsorsium mereka harus mereka harus menghitung resiko mereka mungkin tdk mempunyai kemauan, tetapi klo surat berharga dan obligasi, sudah ada mereting, udah da perusahaan yang mereting yakan sehingga mereka taulah dapet grade ya apa, A- atau A, AA, Karena ada ketentuan klo memberikan produk retinggnya ada ketentuannya, dengan adanya rating itu berarti dia sudah dibantu mereka menganalisis resikonya oleh lembaga rating,” ujarnya.

Saat ini firdaus menjelaskan dana yang ada di asuransi sekitar Rp1000 triliun yang bisa diinvestasikan dimana dana itu tidak mengendap di kas,”Saat ini uang di asuransi yang mencapai Rp 1000 triliun, walau uang yang tidak menganggur, tapi tidak ada salahnya industri asuransi ikut serta berinvestasi di bidang infrastruktur, ” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK,” katanya.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Sampai saat ini Firdaus mengatakan, OJK telah mempertemukan usaha karya dengan para industri asuransi untuk mengetahui proyek apa saja yang jadi peluang investasi dan apa resiko yang harus di hadapi.
“Kami hanya sebagai fasilitator untuk mempertemukan usaha karya dengan industri asuransi. Usaha karya harus menjelaskan secara khusus risiko dan peluang berinvestasi apa saja yang ada di sektor infrastruktur,” tegasnya.

Sementara itu , Presdir PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) Ari Soerono mengatakan, total infrastruktur di Indonesia dari 2014-2019 mendatang mencapai Rp 4.798 triliun. Namun dari jumlah tersebut hanya 40 persen atau sekitar Rp 1.978 triliun yang bisa di biayai oleh pemerintah, sedangkan sisanya yang mencapai Rp 2.818 triliun diharapkan berasal dari BUMN dan swasta.

Dikatakan, sebenarnya bagi swatsa atau BUMN yang ingin berinvestasi dari sektor ini boleh mempertimbangkannya, karena semua risiko yang ada sudah di tanggung oleh pemerintah,”Berinvestasi di sektor infrastruktur bisa dipertimbangkan, karena semua risiko dijamin oleh pemerintah,” ujarnya. (Red)

Credit Foto : Atti Kurnia


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit
strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit

Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi

Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?