Naila Novaranti Explore Lokasi Extreme di Taiwan Untuk Terjun Payung

"Kebetulan memang aku diundang panitia kongres Diaspora di Taiwan, karena aku salah satu orang Indonesia yang tinggal di Luar Negeri dan memiliki prestasi dibidang terjun payung ekstrim satu satunya di Indonesia"

Naila Novaranti Explore Lokasi Extreme di Taiwan  Untuk  Terjun Payung

Telegraf, Jakarta – Sebagai pelatih dan penerjun payung wanita Indonesia Naila Novaranti tidak puas di situ saja, 6 benua telah ia sambangi, dan terakhir di bulan November 2018 lalu ia berhasil mendaratkan kakinya di Mount Everest, Nepal.

Wanita kelahiran Jakarta 38 tahun silam, terus explore daerah daerah yang menurutnya ekstrim untuk pendaratannya, di belahan dunia.

Akhir  Juli 2019 lalu Naila sempat mengunjungi beberapa lokasi pariwisata di Taiwan yang eksotis namun extreme untuk ide alternatif pilihan lokasi penerjunan parasutnya

“Kebetulan memang aku diundang panitia kongres Diaspora di Taiwan, karena aku salah satu orang Indonesia yang tinggal di Luar Negeri dan memiliki prestasi dibidang terjun payung ekstrim satu satunya di Indonesia,” ungkap Naila di salah satu cafe dibilangan Tebet, Jakarta Selatan.

 

Naila menjelaskan ada beberapa tempat yang bisa menjadi spot untuk pendaratan, tetapi apakah bisa mendapatkan clearance atau tidak. Pokoknya cari lokasi baru sekaligus menikmati keindahan Taiwan.

“Sebetulnya disetiap negara itu banyak tetapi ini terkait clearance di ijinkan atau tidak, kita kesini juga untuk itu,” katanya Selasa (6/8).

Lokasi yang disambangi di Taiwan antara lain Yehliu Geopark adalah Taman Batu Karang beraneka bentuk yang terletak di sisi utara Taiwan dengan pemandangan laut biru yang mempesona.

Menara 101 Taipei Taiwan, menara ini menjadi gedung tertinggi kedua di dunia yang memiliki 101 lantai yang memiliki luas dengan total 450.000 meter persegi.

Yang terakhir ada Pingxi Old Street. Pingxi Old Street adalah kota yang kaya akan sejarah budaya dengan pemandangan alam yang indah yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan mengunakan kereta. Ada teradisi kuno yang dilakukan di tempat tersebut adalah lokasi doa yang menjadi objek wisata ini dengan menerbangkan puluhan lampion. (Red)

Baca Juga  Ini Syarat Menjadi Pemenang Gadis Sampul 2019

Credit photo : Naila Novaranti pelatih dan penerjun payung wanita Indonesia sekaligus atlet terjun payung tingkat dunia/istimewa




Komentar Anda