Menteri PPPA : Stop Kekerasan dan Persekusi Pada Perempuan dan Anak

Menteri PPPA : Stop Kekerasan dan Persekusi Pada Perempuan dan Anak

" Jika perempuan dan anak diduga melakukan pelanggaran hukum harusnya diselesaikan melalui proses hukum, jangan main hakim sendiri. Hentikan sekarang juga segala bentuk kekerasan dan persekusi terhadap perempuan dan anak"

Menteri PPPA : Stop Kekerasan dan Persekusi Pada Perempuan dan Anak


Telegraf, Jakarta – Maraknya kekerasan dan aksi persekusi yang terjadi akhir akhir ini seperti kasus PMA (15 thn) yang dialami di Jakarta, Dokter Fiera di Solok, Menteri pemberdayaan Perempuan dan Perlindungaan Anak Yohana Yembise himbau terhadap oknum agar menghentikan segala bentuk kekerasan dan persekusi terhadap perempuan dan anak.

Yohana mengatakan jika terjadi pelanggaran hukum yang menimpa perempuan dan anak selesaikan melalui proses hukum jangan main hakinm sendiri, menurutnya perempuanan anak itu seharusnya di lindungi bentuk kekerasan dan persekusidar intimidasi apalagi kekerasan.

” Jika perempuan dan anak diduga melakukan pelanggaran hukum harusnya diselesaikan melalui proses hukum, jangan main hakim sendiri. Hentikan sekarang juga segala bentuk kekerasan dan persekusi terhadap perempuan dan anak,” tuturnya di Jakarta Selasa (6/6/27).

Yohana mengatakan perlakuan persekusi terhadap perempuan dan anak meski tidak menimbulkan luka fisik, namun perlakuan tersebut merendahkan martabat yang dapat menimbulkan dampak psikologis, yang mengakibatkan kehilangan kepercayaan diri menarik ddiri dari lingkungan bahkan dapat mengancam keselamatan jiwanya.

Yohana juga mengandeng organisasi masyarakat dan organisasi perempuan untuk ikut andil dalam pencegahan penolakan dan penghentian segala bentuk kekerasan eksploitasi, ketidakadilan, diskriminasi dan persekusi terhadap perempuan dan anak karena ini sebagai amanat dari peraturan presiden No 18 tahun 2014.

Komitmen untuk menangani hal tersebut Yohana mengatakan terdapat 3 tujuan utama dalam rioritas tahun 2017 ddalam rangka maraknya kekerasan yang terjadi akhir akhir ini, yang disebut Tiga Akhiri (three ends), akhiri kekeasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan. (Red)

Credit foto : Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close