Telegraf – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono tiba-tiba tak sadarkan diri saat sedang melakukan upacara penghormatan dan pelepasan tiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Dalam video tayangan yang dilansir dari Youtube, Minggu (25/01/2026), Trenggono sapaan akrabnya jatuh tak sadarkan diri saat prosesi penyerahan jenazah korban kecelakaan pesawat dari keluarga untuk negara.
Trenggono tampak maju ke podium, namun saat berada di depan podium, dia langsung pingsan dan terjatuh dan segera dibawa ke luar ruangan acara disusul oleh keriuhan peserta upacara.
Diketahui, Kementerian KKP menggelar upacara penghormatan dan pelepasan jenazah pilot pesawat ATR 42-500 Kapten Andy Dahananto. Upacara itu dilakukan untuk dua pegawai KKP lainnya, yakni almarhum Ferry Irawan dan almarhum Yoga Naufal.
Suasana haru menyelimuti upacara itu. Sebelum prosesi upacara dimulai, keluarga korban tampak sempat mendekat dan meratap di samping peti mati.
Sebelumnya, Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan Pesawat ATR 42-500 dengan nomor PK-THT telah menemukan 10 jenazah korban di kawasan Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan. Beberapa jenazah masih dalam proses evakuasi dari lokasi menuju Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan mengatakan, berdasarkan laporan terkini dari tim SAR gabungan, total temuan di area operasi telah mencapai 10 paket — istilah operasi untuk pencarian jenazah korban.
“Update dari lapangan, dua paket hasil evakuasi telah tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, pagi tadi. Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan total temuan di lokasi operasi saat ini berjumlah 10 paket yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi oleh tim SAR gabungan,” ujar Andi dikutip dari keterangan resmi.
Pesawat ATR 42-500 mengalami hilang kontak usai berupaya mendarat pada Sabtu, 17 Januari lalu. Pada esok harinya, tim gabungan menemukan satu jenazah dekat puncak Gunung Bulusaraung. Penemuan kembali terjadi pada hari kedua, tim gabungan menemukan jenazah pramugari di salah satu sisi tebing.
Proses pencarian kemudian hanya menemukan serpihan, potongan badan pesawat, dan kotak hitam pada hari ke-3 hingga hari ke-5. Tim gabungan kemudian menemukan enam jenazah korban pesawat pada hari ke-6 atau Kamis (22/01/2026).