Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Mentan: WBC Masih Di Bawah Ambang Batas Hama
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Mentan: WBC Masih Di Bawah Ambang Batas Hama

Atti Kurnia Senin, 4 September 2017 | 20:31 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan luas lahan yang terkena hama wereng batang coklat (WBC) sebesar 64 ribu hektare (ha), dari perluasan tanah 13 juta ha ini hanya masuk di angka 0,4 persen dari luas tanam, sedangkan untuk ambang batas hama adalah 0,5 persen ini masih dibawah ambang batas, jangan seakan akan 1 ha saja serangan hama terangkat kepermukaan seakan akan selesai satu kabupaten.

“Hama wereng perlu kami jelaskan bahwa terjadinya serangan adalah 64 ribu ha dari perluasan 13 juta ha nilainya 0,4 persen, ambang batas untuk hama 0,5 persen ,” Hal itu diungkapkan Amran usai melakukan Rapat Koordinasi Antisipasi Hama dan Penyakit Tanaman serta Dampak Perubahan Iklim seluruh ndonesia di kantornya Jln Harsono RM Ragunan Jakarta Selatan, Senin (4/9/17).

Arman menjelaskan, “luas lahan pada periode Januari-Agustus 2017 luas serangan WBC sedang sekitar 4,716 ha, dan untuk berat 2.025 ha sementara untuk puso 1.636 ha. Dibanding dengan tahun lalu hama ini meningkat tercatat untuk sedang 2.058 ha, berat 224 ha sementara untuk puso hanya 154 ha,” ungkapnya.

Kenapa WBC dibawah ambang batas hama yang 0,5 persen Amran mengatakan, kita sudah melakukan prefentif pengendalian lebih dini sebelumnya. Kebetulan kami mengenal sector hama mengenal hama baik dulu penelitian kami masalah hama jdi kami tau melakukan prefentif lebih awal, “kata Amran.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Dan satu lagi program pemerintah mengenai asuransi Amran menegaskan, pertama dalam sejarah di pertanian tanaman terkena hama dengan membayar 36 ribu selebihnya 80 persen pemerintah yang akan menangungnya.

Untuk masalah cuaca, seperti kekeringan untuk periode yang sama Januari-Agustus 2017 sebesar untuk yang terkena 56.334 ha sementara yang puso 18,5167 ha. Dibanding tahun lalu 2016 yang terkena sebesar 66,922 ha, dan yang puso adalah 7,265 ha untuk kekeringan ini bisa terlihat mengalami penurunan resiko akibat kekeringan.

Hal ini karena dilakukan Kementan antara lain pengerukan saluran untuk melokalisir air untuk pompa, pemanfatan pompa dari embung kecil, pengembangan padi rawa lebak, pengembangan fero semen dilahan rawa lebak dan pembuatan long storage. (Red)

Photo Credit: Atti Kurnia/Telegraf.co.id


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit
strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit

Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi

Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?