Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Menkes : Pandemi Covid-19 Mengubah Perilaku Masyarakat Lebih Higienis
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Menkes : Pandemi Covid-19 Mengubah Perilaku Masyarakat Lebih Higienis

Atti K. Senin, 15 Maret 2021 | 10:00 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan terdapat tambahan empat pasien Covid-19 yang ditemukan memiliki varian B117 dari Inggris. ANTARA/Puspa Perwitasari
Photo Credit: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan terdapat tambahan empat pasien Covid-19 yang ditemukan memiliki varian B117 dari Inggris. ANTARA/Puspa Perwitasari
Bagikan

Telegraf – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyampaikan dalam webinar bertajuk “One Year Live With Covid-19 : What’s Next?” pandemi Covid-19 sudah satu tahun melanda di Indonesia dan merubah perilaku terkait dengan kesehatan, dan perilaku tersebut tidak bisa dilakukan sebagian kelompok saja, melainkan seluruh masyarakat.

“Perubahan perilaku tersebut gak bisa dilakukan oleh Kementrian Kesehatan tidak bisa dilakukan oleh TNI, Polri tapi harus dilakukan oleh masyarakat itu sendiri di kehidupan mereka sehari hari di mana peran guru peran ibu akan menjadi sangat dominan,” ungkap Budi, Minggu (14/3).

Budi menjelaskan dari pandemi pandemi sebelumnya kita belajar bahwa, pandemi ini akan bisa berakhir tetapi tidak dengan instan perlu proses dan bertahap. “Bagaimana kita mencuci tangan, sikat gigi kemudian membuang sampah semuanya berlaku dengan higienis atau kebersihan itu secara masif terjadi karena respon dari umat manusia terhadap pandemi tersebut dan perubahan prilaku,”ungkapnya.

Budi mencontohkan pandemi yang terjadi tiga belas ribuan di Eropa yang bisa membunuh ratusan juta orang itu bisa hilang “tetapi secara bertahap gak pernah cepet, pasti membutuhkan waktu yang lama berubah ke epidemi kemudian pelan pelan di eradikasi, tapi yang terjadi adalah perubahan perilaku,” tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa apa yang di anjurkan dalam 4 pilar oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut adalah karena dari pengalaman sebelumnya, seperti pada pilar pertama yang menyebutkan bahwa healt sistem musti di modifikasi merespon terhadap pandemi yang ada.

Pilar kedua adalah deteksi, cegah, dan obati Virus tidak akan dapat dilawan jika tak diketahui di mananya. Hal tersebut mengartikan perlu adanya pengawasan yang kuat untuk menemukan, mengisolasi, menguji, dan menangani setiap kasus dengan tujuan memutus rantai penularan. “Jangan sampai yang tertular itu lebih tinggi dari kapasitas layanan kesehatan kita,” kata Budi.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Lanjut Budi untuk pilar yang ke tiga adalah lakukan vaksinasi secepat mungkin agar manusia imunitasnya lebih sehat lebih kuat kalau jika kena tidak menjadi fatal, dan yang ke empat adalah mensasar orang orang yang sakit kalau sudah benar benar sakit “20 persen masuk Rumah Sakit (RS) dan 5 persen masuk ICU yang pertama yah harus ditangani dengan baik,” imbuh Budi.

Budi mengajak temen temen di RS membuat standar Clinical yang baik, serta jangan bosan melakukan Clinical Research supaya kita tau tretmen yang cocok. Budi juga berharap bahwa Fakultas kesehatan Masyarakat (FKM) UI dituntut untuk memimpin kita “saya tugasnya mensuport temen temen,” tutupnya.

Untuk di ketahui webinar digelar RS Premier Bintaro bekerjasama dengan IKAMARS, Kemenkes, IDI, RSCM, Pertamina IHC, Radio Heartline 100.6 FM dan ISS Indonesia tersebut menampilkan sejumlah narasumber yang sangat kompeten yakni Direktur Utama RSCM Dr. Lies Dina Liastuti, Sp.Jp (K) MARS, Direktur Utama PT. Pertamina Bina Medika IHC DR. dr. Fathema Djan Rachmat, sp.B, Sp.BTKV (K) MPH, Ketua IDI Banten Dr. Budi Suhendar, DFM, Sp.FM (K), Ketua Komite Medik RS Premier Bintaro dan Ketua Keselamatan Pasien RI Dr. Bambang Tutuko, Sp.An KIC dan Commercial Director ISS Indonesia Muhammad Sofyan.

Dari webinar tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan optimal mengenai pelaksanaan hidup pada masa pandemi.


Photo credit : Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin /Doc/Ist


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial
Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?