Menjawab Kelangkaan Beras Mentan Gelar Pangan Murah

Menjawab Kelangkaan Beras Mentan Gelar Pangan Murah

“Ada beberapa berita mengatakan bahwa harga beras itu tinggi padahal dengan paska berlakunya HET justru harga beras premium turun 50 persen”

Menjawab Kelangkaan Beras Mentan Gelar Pangan Murah


Telegraf, Jakarta – Membuktikan ketidak langkaan beras premium dipasaran Kementrian Pertanian gelar pangan murah di pasar induk beras Cipinang, melalui dan membuka Toko Tani Indonesia (TTI), yang sudah buka mulai dua minggu yang lalu, dengan harga Rp8000,- per kilo .

TTI bekerja sama dengan Gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) sehingga dapat memotong rantai distribusi yang panjang menjadi sampai 3-4 titik, sehingga TTI bisa menjual lebih murah dari harga eceran tertinggi (HET) yang tetapkan pemerintah.

“Ada beberapa berita mengatakan bahwa harga beras itu tinggi padahal dengan paska berlakunya HET justru harga beras premium turun 50 persen,” ungkap Kepala Badan Ketahanan pangan (BKP) kementan Agung Hendriadi, di pasar Induk beras Cipinang, Rabu, (4/10/17).

Agung mengatakan saat ini sedang panen musim gadu, dan hasil dari panen musim gadu itu kwalitas gabahnya bagus, sehingga hasil berasnya juga bagus sehingga harganya juga ikut tinggi ini menjadi kesempatan mengolah menjadi beras premium.

Agung juga menjelaskan untuk hari ini tersedia 15 ton beras medium, untuk hari hari mendatang beras medium bisa di beli di TTI yang berada di Pasar Induk Beras Cipinang yang terletak di Blok 2, FA9, bukan hanya beras, disana juga terdapat bawang merah brebes dan bawang putih yang di bandrol dengan harga Rp20.000 dan Rp16.000 per kilogram.

“Sebenarnya di pasar induk ini beras melimpah dari pantauan yang kami lakukan, satu hari beras masuk 3500 ton padahal normalnya 2500 ton inikan melebihi dari normal, sekarang ini kemudian stock mereka 53 ribu padahal normalnya cuma 30 ribu dengan demikian bisa kita simpulkan beras itu ada. Tetapi memang cenderung kearah premium, nah dengan pangan murah kita tunjukan petani punya medium nih dengan harga Rp8.000,” ujarnya.

Bukan saja di pasar induk beras Cipinang TTI sudah menyebar di 32 provinsi yaitu sebanyak 2839 outlet , dan untuk di wilayah Jabodetabek terdapat 1.113 outlet yang menyediakan beras, bawang merah, bawang puth, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, dan daging sapi beku.

Hal ini di lakukan untuk mendukung program pemerintah yaitu kedaulatan dan kemandirian pangan dalam menyediaan pangan bagi masyarakat. (Red)

Photo Credit: Telegraf/Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close