Mendag Sidak Gudang Daging dan Minyak Goreng Di Bekasi

Mendag Sidak Gudang Daging dan Minyak Goreng Di Bekasi

"Daging yang ada di sini bukan hanya dari India, tapi juga ada dari Australia. Kita lihat, stoknya banyak. Dan saya minta untuk terus tambah."

Mendag Sidak Gudang Daging dan Minyak Goreng Di Bekasi


Telegraf, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita lakukan maraton sidak gudang gudang penyimpanan sembilan bahan pokok (Sembako) untuk memastikan kebutuhan ramadhan dan puasa tidak terjadi kekurangan dan mengakibatkan terjadinya permainan harga harga eceran tertinggi (HET), setelah sidakke Setelah mengunjungi pabrik dan gudang distributor untuk gula dan beras di Cipinang kali ini Mendag sidak dan pantau pabrik dan gudang distributor penyimpanan daging beku dan pabrik minyak goreng.

Gudang penyimpanan daging beku yang dikunjungi Mendag adalah gudang milik PT. Dua Putra Perkasa di Bekasi. adalah distributor daging beku impor, yag didatangkan tidak hanya dari india tetapi juga dari Australia, mendag mengatakan “Daging yang ada di sini bukan hanya dari India, tapi juga ada dari Australia. Kita lihat, stoknya banyak. Dan saya minta untuk terus tambah,” ungkapnya.

Presiden Direktur PT Dua Putra, Suharjito, mengatakan, kapasitas gudang yang dimiliki adalah 2 juta ton. Sementara stok saat ini adalah 50 ribu ton. “Dua Putra dan ADDI siap membantu pemerintah menjaga harga dan stok daging. Kami 24 jam siap untuk menyuplai pasar maupun industri,” kata Suharjito kepada Mendag

Mendag menjelaskan kebutuhan daging untuk ramadhan dan lebaran adalah berkisar 50 ribu ton. Dengan stok 50 ribu ton di satu pabrik saja, maka tidak perlu khawatir akan potensi kelangkaan daging pada masa Ramadhan dan Lebaran. “Posisi stok saat ini secara keseluruhan berjumlah 78 ribu ton, ditambah yang ada di pasar, maka persediaan berlebih,” kata Mendag.

Dari penyimpanan daging, Mendag langsung mengunjungi pabrik minyak goreng milik Grup Musimas yang terletak tidak jauh dari gudang milik PT. Dua Putra. Untuk stok minyak goreng tercatat mencapai 2.400 ton, Pt Dua putra memasok untuk pasar ritel modern sebanyak 1.800 dus perhari.

“Di pasar ritel dijual Rp11.000. Hari ini pun sebanyak 72 ribu liter dikirimkan ke Indomaret. Stok tidak ada kekhawatiran. Satu pabrik saja, 1 juta liter tidak persoalan, sementara kebutuhan minyak goreng Ramadhan dan Lebaran itu sekitar 20 juta liter. Dan kalau lihat dari kapasitas produksi di kita, sudah jauh berlebih,” kata Mendag.

Sementara itu Presiden Direktur PT. Panca Nabati Prakarsa Adi Wisoko mengatakan, saat ini semua pengusaha sudah tidak bisa main-main. Sebab sistem yang dibangun oleh Kemendag sangat bagus. Sehingga, kata dia, stabilitas harga bisa terjaga.

“Kemendag saat ini kontrol sistemnya update dan tegas. Jadi gak bisa main-main. Luar biasa,” kata dia. (Red)


 

Atti Kurnia

close