Mendag Inspeksi Gudang Gula

Mendag Inspeksi Gudang Gula

"Peninjauan ini untuk memastikan ketersediaan stok dengan melihat langsung fisik barangnya. Pertemuan sudah, pembahasan di kantor sudah, kesepakatan sudah, sekarang waktunya melihat langsung. Saya mendapat penjelasan bahwa stok aman"

Mendag Inspeksi Gudang Gula

Telegraf, Jakarta – Untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang Puasa dan Lebaran 2017, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan inspeksi mendadak ke gudang distributor gula yang terletak di Kapuk Kamal, Jakarta Barat Kamis, (27/4).

Dalam kunjungan ke gudang distributor PT Panen Indah Lestari, Enggar mendapat keterangan bahwa pasokan gula cukup jumlahnya dan lancar untuk disalurkan ke agen dan pengecer.

Enggar menerangkan, peninjauan ini juga bertujuan memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap harga eceran tertinggi (HET) yang telah disepakati. Mendag pun menegaskan pihaknya akan mengambil langkah hukum jika ada dugaan penimbunan dan spekulasi yang dilakukan oleh pengusaha.

“Peninjauan ini untuk memastikan ketersediaan stok dengan melihat langsung fisik barangnya. Pertemuan sudah, pembahasan di kantor sudah, kesepakatan sudah, sekarang waktunya melihat langsung. Saya mendapat penjelasan bahwa stok aman,” Ujarnya Enggar

Dengan penyaluran yang lancar, ditambah persediaan mencapai 800 ribu ton, baik di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan perusahaan swasta, Enggar optimis harga gula tidak akan mengalami lonjakan pada masa Ramadan dan lebaran.

“Stok gula aman karena kami telah bersurat ke Menteri BUMN agar Bulog masuk ke pasar tradisional. Apalagi sebentar lagi kita memasuki musim giling tebu,” kata Enggar.

Eddy Deye dari PT Panen Indah Lestari menjelaskan bahwa stok aman dan lancar. “Kami siap mendistribusikan gula ke agen maupun pengecer sesuai jadwal,” ujar Eddy.

Usai mengunjungi gudang distributor, Enggar mengunjungi pabrik gula milik PT Andalan Furnindo di kawasan Marunda, Bekasi. Enggar meninjau langsung proses produksi dilanjutkan ke tempat penyimpanan gula.

“Kita bisa saksikan, produksi terus berjalan. Stoknya masih banyak. Ini memang untuk industri makanan dan minuman serta konsumsi. Untuk konsumsi, mereka sudah siap. Jumlahnya masih mencukupi,” kata Mendag.
Karena itu, tidak ada kekhawatiran kekurangan stok. Dari sisi produksi, stoknya aman. “Saya ingin sampaikan, tidak perlu ada kekhawatiran sedikitpun untuk stok gula kita,” tutur Mendag.

Stok yang ada di pabrik tersebut mencapai tiga ribuan ton. Beroperasi 24 jam, stok itu akan terus bertambah. Tak hanya itu, dari jumlah gula yang dihasilkan, semua diolah dengan proses yang baik. “Produksinya begitu baik. Saya sampaikan, saya puas lihat hasil ini,” kata Enggartiasto.

Dari pertemuan tersebut, disepakati harga eceran tertinggi untuk komoditas gula di tingkat ritel sebesar Rp12.500 per kilogram (kg). Sementara di tingkat produsen dan distributor masing-masing Rp10.900 dan Rp11.900 per kg.

“Kami akan liat sempel-sempel lainnya. Secara periodik kamu akan terus pantau seluruh pelaku usaha yang telah bersepakat. Kami ingin melihat komitmen mereka,” ucapnya.

Tugas selanjutnya adalah memastikan distribusi berjalan lancar. Dengan stok produksi aman, distribusi lancar, Enggartiasto optimis kebijakan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500/kg akan berjalan efektif.

Mendag menegaskan, langkah ini penting dilakukan untuk memastikan stok bahan pokok aman. “Hari ini kita cek gula. Beras kita sudah cek ke Cipinang. Daging dan minyak goreng sebentar lagi.

Pokoknya, saya ingin saudara-saudara kita menyambut Puasa dengan tersenyum dan ibu-ibu tidak pusing ketika menyiapkan ketupat Lebaran,” tutup Enggar. (Red)

Credit Foto : Atti kurnia


 

Atti Kurnia

close