Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Memanifestasikan Pelestarian Tradisi dan Budaya Leluhur
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Memanifestasikan Pelestarian Tradisi dan Budaya Leluhur

MSN Selasa, 14 Januari 2025 | 16:03 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

BOGOR, TELEGRAF.CO.ID — Seiring dengan kemajuan peradaban dan perkembangan zaman yang serba instan, modern, serta semakin kompetitif, dimana nilai-nilai keleluhuran, nilai tradisi dan budaya, etika dan tata krama, serta norma dan sejarah yang sudah mulai luntur, generasi muda lebih berpihak pada budaya asing, budaya yang bukan berasal dari nenek moyang, sehingga sangat rentan ketidaktahuan dalam mengenal dan memahami budaya leluhur  sendiri.

Atas dasar kegundahan tersebut para penggiat budaya khususnya di wilayah Ciseeng, Parung dan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tercetus dan bersepakat untuk membentuk suatu perkumpulan yaitu Yayasan Ikatan Kasepuhan Nusantara (IKKN) pada (6/1) lalu. Penggagas sekaligus pendiri yayasan ialah  Chirstian AS, Usman serta Rosniawati hang disusul dengan bergabungnya anggota dari berbagai lapisan masyarakat. Adanya memiliki background profesi sebagai aparat pemerintah, pengusaha, tenaga pendidik, budayawan, karyawaan swasta, akademisi, petani, peternak dan lainnya yang peduli dan tergerak hatinya untuk dapat berpartisipasi mewujudkan visi dan misi organisasi yang kemudian termaktub di dalam struktur yayasan.

Kasepuhan Kasunyatan adalah golongan orang-orang yang menjunjung tinggi & berpegang teguh pada budi pekerti, adat istiadat, norma, agama dan budaya keleluhuran dengan berlandaskan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dana lam sekitar, yang harus dijalankan dengan kesadaran maupun dengan penuh keikhlasan.

IKKN dibentuk bertujuan untuk membangun semangat Asah, Asih, Asuh berlandaskan cinta tanah air, budaya dan kearifan lokal negeri ini, serta turut andil dalam upaya mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

  Hal ini didorong dengan berbagi program kedepan, yakni mengangkat  berbagai cagar budaya agar lebih dikenal dan dilestarikan. Juga, ⁠mensosialisasikan dan  memperkuat kegiatan, khususnya event kebudayaan nusantara. Dengan adanya gagasan untuk membangun sarana pendidikan formal dan non formal, diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dan mendorong sudut UMKM bagi masyarakat. Dan program yang terakhir adalah ⁠santunan untuk para dhuafa dan yatim.(rilis)

 

 

 

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU
Waktu Baca 2 Menit
Prabowo Minta Penanganan Pengiriman Bantuan Bencana di Sumbar Dipercepat
Waktu Baca 2 Menit
Kecelakaan Motor, Aktor Gary Iskak Meninggal di Usia 52 Tahun di Bintaro
Waktu Baca 3 Menit
Tetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Aceh Tengah Minta Percepatan Bantuan
Waktu Baca 5 Menit
CEO Danantara Komentari Rencana Merger Antara GoTo-Grab
Waktu Baca 2 Menit

Trump Akan Hentikan Secara Permanen Migrasi Dari Negara-Negara Miskin ke AS

Waktu Baca 5 Menit

PBNU Diminta Mempercepat Muktamar Untuk Selesaikan Konflik

Waktu Baca 4 Menit

Whoosh Dapat Saingan Baru, Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam Dengan Kereta Pajajaran

Waktu Baca 3 Menit

Relawan Ini Resmi Deklarasikan Dukungan Untuk Sufmi Dasco Sebagai Cawapres Prabowo

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Humaniora

Trah Sultan HB II Desak Pembentukan Komite Pengembalian Aset Kraton Yogyakarta

Waktu Baca 3 Menit
Peta fungsi lahan daerah Tamambaloh (data dari Sangga Bumi Lestari)
Humaniora

Masyarakat Tamambaloh Menolak Sawit: Ancaman di Hulu Sungai Embaloh Makin Nyata

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Borobudur Butuh Revitalisasi Nilai Spiritual

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?